3 Fakta Soal Pembangunan SPBU Listrik di RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 11 Feb 2021 05:43 WIB
PT PLN (Persero) luncurkan aplikasi Charge-In. Aplikasi ini membantu pengguna kendaraan listrik mencari SPKLU terdekat hingga monitor pengisian daya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pengembangan tempat isi ulang baterai kendaraan listrik terus dikebut. Hal itu terjadi seiring dengan Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia terus menggeliat.

Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga tempat tukar baterai atau SPBKLU (Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum) mulai marak dilakukan oleh BUMN dan juga pihak swasta.

Koordinator Penyiapan Usaha Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumberdaya Maritim (KESDM) Ferry Triansyah mengatakan pemerintah sendiri memfokuskan penyediaan infrastruktur pengisian listrik kepada PLN.

"Penyediaan infrastruktur pengisian listrik dilaksanakan melalui penugasan kepada PT PLN, tetapi dalam melaksanakan tugasnya dapat bekerja sama dengan BUMN maupun badan usaha lainnya," kata Ferry dalam keterangan Kemenkomarves soal FGD Pengembangan SPKLU, Rabu (10/2/2021).

Berikut ini 3 fakta soal pengembangan tempat pengisian kendaraan listrik di Indonesia.

1. Empat Level SPKLU

Lebih jauh, Ferry sendiri mengungkapkan, terdapat empat level SPKLU yang ada di Indonesia. SPKLU level 1 adalah pengisian lambat yang merupakan instalasi khusus di rumah dengan daya keluaran kurang dari 3,7 kilowatt (kW).

Level 2 merupakan pengisian menengah yang dapat ditemukan di instalasi khusus, seperti di kantor dengan daya keluaran kurang dari 22 kW. Level 3 termasuk pengisian cepat yang dapat ditemukan di SPKLU dengan daya keluaran kurang dari 50 kW.

Kemudian, level 4, pengisian sangat cepat di SPKLU dengan daya keluaran kurang dari 150kW. Lama waktu pengisian dari baterai kosong hingga penuh pun bervariasi dari delapan jam hingga 15 menit.

2. Sudah Ada 100 SPBU Listrik

Dia memaparkan secara total, hingga Januari 2021 telah dibangun 100 unit charging station. SPKLU ini tersebar di 72 lokasi di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera, dan Sulawesi.

PLN sendiri menargetkan penyediaan SPKLU bisa mencapai 31.866 unit di secara nasional di tahun 2031.

PLN pun sudah membuat aplikasi Charge.IN yang bisa memudahkan masyarakat untuk mengetahui lokasi SPKLU terdekat dan melihat konsumsi listrik kendaraan pribadi.

Di sisi lain, Pertamina juga telah membangun 5 SPKLU di Ibu kota, yakni di daerah Serpong, Fatmawati, M.T. Haryono, Lenteng Agung, dan Kuningan.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo mengatakan SPKLU di Kuningan akan menggunakan konsep energi listrik mandiri dari sel surya.

"Bahkan, SPKLU Kuningan pun tengah dipersiapkan untuk menggunakan konsep baru energy station yang menggunakan energi mandiri dari sel surya," kata Mars Ega.

Selanjutnya
Halaman
1 2