4 Fakta Proyek Kilang yang Bikin Satu Desa Jadi Miliarder

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 18 Feb 2021 19:00 WIB
Desa Sumurgeneng di Kecamatan Jenu, Tuban kini menjadi perhatian. Sebab, video warganya beramai-ramai memborong mobil tengah viral.
Foto: Ainur Rofiq
Jakarta -

Aksi warga Tuban memborong ratusan mobil baru belakangan mencuri perhatian publik. Aksi borong mobil itu dilakukan usai warga menerima uang ganti rugi lahan untuk proyek kilang minyak Pertamina kerja sama dengan perusahaan Rusia, Rosneft.

Aksi tersebut terjadi di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban. Kades Sumurgeneng Gihanto mengatakan, rata-rata warga mendapat ganti rugi Rp 600 ribu-Rp 800 per meter.

Rata-rata warga mendapat uang ganti rugi pembebasan lahan Rp 8 miliar. Ada juga warga dengan kepemilikan lahan 4 hektare yang menerima Rp 26 miliar. "Ada juga warga Surabaya yang memiliki lahan di sini mendapat Rp 28 miliar," imbuh Gihanto.

Berikut fakta proyek Pertamina-Rosneft yang bikin warga desa di Tuban jadi miliarder:

1. Proyek Kilang untuk Pangkas Impor

Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT KPI, Ifki Sukarya mengatakan, lahan warga yang dibebaskan tersebut untuk pembangunan kilang baru (New Grass Root Refinery and Petrochemical/NGRR). Dia mengatakan, dengan proyek tersebut maka kapasitas kilang Pertamina bisa meningkat. Sehingga, bisa mengurangi ketergantungan impor bensin dan solar.

"Akan membangun New Grass Root Refinery di Tuban, betul, sebagai proyek PSN. Dengan harapan dengan proyek ini, ini kilang baru, jadi kapasitas kilang Pertamina akan meningkat dibandingkan dengan sebelumnya," katanya detikcom, Rabu (17/3/2021).

"Proyek ini sangat penting dalam rangka kita bisa mengurangi ketergantungan kita terhadap produk BBM khusunya gasoline dan diesel. Dan juga akan menciptakan nilai tambah ekonomi karena kilang minyak ini di integrasikan dengan petrokimia," sambungnya.

2. Proyek Melintas 3 Desa

Dia mengatakan, lahan yang dibebaskan mencakup sekitar 870 KK. Proyek ini sendiri melintasi tiga desa.

"Tiga desa, Wadung, Desa Kaliuntu, Sumurgeneng," tambahnya.

Soal nilai ganti rugi, pihaknya tak bisa mengungkapkan. Yang pasti, kata dia, ganti rugi ini mengikuti ketentuan pemerintah yang diatur dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

"Ini tentunya kami dibantu Konsultan Jasa Penilai Publik jadi mereka independen. Kami tidak mencampuri soal masalah harga tentunya didampingi BPN setempat dan kita juga didukung pemda Kabupaten Tuban untuk masalah harga karena masing-masing akan berbeda," ujarnya.

3. Ditargetkan Rampung 2026

Dia melanjutkan, proyek ini ditargetkan rampung pada tahun 2026. Kilang tersebut mampu mengolah minyak mentah 300 ribu barel per hari.

"Kalau kita target, tentunya target yang kita sampaikan ke pemerintah. Jadi kalau target yang kita sampaikan ke pemerintah tahun 2026," ujarnya.

4. Bisa Olah 300 Ribu Barel/Hari

Lanjutnnya, minyak tersebut diolah menjadi bensin, solar dan petrokimia. "Itu bisa mengolah 300 ribu barel per hari, nanti hasilnya 80 ribu barel gasoline, dieselnya sekitar 100 ribu barel per hari, petrokimia sekitar 3600 kilo ton per annum," terangnya.



Simak Video "Viral! Warga Satu Desa di Tuban Borong 176 Mobil Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)