Listrik 231 Ribu Rumah di Jakarta & Jabar Padam Gegara Banjir

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 20 Feb 2021 19:09 WIB
Banjir di Pondok Gede Permai, Kota Bekasi, Sabtu (20/2/2021).
Foto: Ashri Fathan/detikcom
Jakarta -

Ratusan ribu rumah di Jakarta dan Jawa Barat masih mengalami padam listrik imbas banjir. Selain itu, akibat banjir tersebut, hingga Sabtu (20/2) pukul 16.00 WIB tadi 1.376 Unit gardu distribusi di Jakarta dan Jawa Barat yang terdampak banjir.

Menurut data PLN Listrik di 231.159 rumah tangga sampai saat itu tercatat masih padam, terdiri dari 78.303 di Jakarta dari total sekitar 4,7 juta rumah tangga (2,53% terdampak) dan 152.856 lainnya di Jawa Barat dari total 15,2 juta rumah tangga (1,62% terdampak).

Sedangkan, sebanyak 505 gardu distribusi (134 di Jakarta dan 371 di Jawa Barat) dan listrik di sekitar 135.000 rumah tangga (42 ribu di Jakarta dan 93 ribu di Jawa Barat) telah dinyalakan kembali.

Menurut Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura dan Bali PLN, Haryanto WS PLN sudah bergerak cepat menerjunkan 6.170 personil untuk bersiaga melakukan pemantauan kelistrikan dan pengamanan pada daerah terdampak banjir di DKI Jakarta dan Jabar.

"Petugas PLN terus bersiaga untuk memantau kondisi wilayah yang terdampak banjir guna melakukan pemulihan dan memastikan keselamatan masyarakat," ujar Haryanto dalam konferensi pers virtual, Sabtu (20/2/2021).

Adapun beberapa wilayah yang masih terdampak di Wilayah Jakarta yaitu Cipinang, Pinang Ranti, Kampung Makasar, Bambu Apus, Fatmawati, Kemang, Pejaten, Warung Buncit, Kalibata, Ciledug, Petukangan, Pondok Kacang, Kuningan, dan Karet Tengsin.

Sementara di Jawa Barat yaitu sebagian Bekasi meliputi Bintara, Jatiasih, Kalimalang, Jatibening, Jatiwaringin, Pondok Gede, sebagian Cikarang, sebagian Karawang, dan sebagian Gunung Putri.

Haryanto menjelaskan penyebab listrik dinonaktifkan yaitu demi keselamatan apabila rumah warga terendam, jaringan listrik PLN terendam, dan keduanya terendam.

"PLN akan melakukan pemulihan listrik di lokasi terdampak banjir apabila semua jaringan listrik baik di sisi warga maupun PLN sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik, serta kedua belah pihak yaitu PLN dan Tokoh Masyarakat menandatangani berita acara penyalaan listrik," tegasnya.

Haryanto menambahkan bahwa PLN terus memantau perkembangan situasi di lokasi-lokasi yang terdampak maupun berpotensi banjir untuk secara sigap mengambil langkah.

"PLN juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk hal tersebut," tambahnya.

Masyarakat diimbau agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan di musim hujan dan banjir.

Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya warga bisa menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.

(hns/hns)