Menteri ESDM Apresiasi Etos Kerja PLN Pantau Listrik saat Banjir

Abu Ubaidillah - detikFinance
Selasa, 23 Feb 2021 11:41 WIB
PLN
Foto: PLN
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengapresiasi upaya PLN dalam mengantisipasi pasokan listrik di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat yang terdampak banjir. Ia memuji etos kerja PLN yang dinilai harus dipelihara.

"Saya rasa langkah-langkah (PLN) sudah tepat dilakukan. Ini etos kerja yang harus dipelihara. Beberapa wilayah yang memang masih mengalami banjir, PLN memadamkan pasokan listrik, itu tentu demi keselamatan masyarakat," ucap Arifin dalam keterangan tertulis, Selasa (23/2/2021).

Pernyataan ini disampaikan Arifin ketika memantau langsung ke Posko Siaga Banjir PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (UID Jaya. Arifin meminta jajaran manajemen PLN untuk terus mengevaluasi proses penanganan layanan listrik untuk masyarakat dengan mengedepankan prosedur keamanan yang ketat.

"Saya sudah minta ke manajemen ke depannya minta dievaluasi lagi bagaimana kita bisa mengamankan (listrik), koordinasi, dan antisipasi lebih lagi. Dan jangan lupa safety prosedurnya," jelasnya.

Semangat kerja yang tinggi, diharapkan membuat seluruh jajaran PLN bisa meminimalisir adanya gangguan di masa mendatang. Ia juga yakin dengan kesungguhan tim PLN, hal seperti ini bisa diminimalisir dan tidak menyebabkan adanya shutdown.

Tak lupa ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap penggunaan listrik ketika banjir dan lebih proaktif untuk melaporkan ke PLN bila terjadi gangguan. Menurutnya masyarakat harus sensitif terhadap adanya korsleting, dan mengingatkan PLN menyediakan layanan (siaga) kepada pelanggan untuk membantu merasa aman.

Sebagai informasi, total sebanyak 2.937 gardu terdampak banjir di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Hingga Minggu (21/2) pukul 18.00, PLN telah memulihkan 2.146 gardu listrik. Sebanyak 554 ribu pelanggan yang sebelumnya terdampak banjir kini bisa menikmati aliran listrik PLN kembali.

PLN juga menyiagakan 6.70 personel kelistrikan, 51 perahu karet 135 genset, 144 unit gardu bergerak, 24 unit trafo bergerak, dan 808 kendaraan operasional yang tersebar di 113 posko siaga.

"Kami paham listrik sangat dibutuhkan masyarakat dalam kondisi seperti ini. Saya lihat, PLN juga telah semaksimal mungkin untuk menyalakan listrik untuk daerah yang sudah aman," tambah Arifin.

Sebelum menyalakan aliran listrik, PLN juga perlu memastikan gardu, jaringan, dan instalasi pelanggan aman. PLN melakukan inspeksi, pembersihan, pengeringan, dan pengecekan gardu distribusi yang terkena dampak banjir.

PLN juga akan melakukan pemulihan listrik di lokasi terdampak banjir bila semua jaringan listrik, baik di sisi warga maupun PLN sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik, serta kedua belah pihak, yaitu PLN dan tokoh masyarakat menandatangani berita acara pelayanan listrik.

"Untuk pasokan tidak ada masalah. Petugas kami terus bersiaga untuk memantau kondisi di wilayah pelanggan untuk mengamankan kelistrikan dan melakukan pemulihan," jelas Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini.

PLN juga terus memantau perkembangan situasi di lokasi terdampak maupun berpotensi bencana untuk sigap mengambil langkah, serta terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. PLN mengimbau masyarakat selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan di musim hujan dan banjir. Bila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri bisa mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya warga bisa menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.

PLN mengajak pelanggan untuk melakukan catat meter mandiri lewat aplikasi PLN Mobile. Pelanggan tinggal mengunggah foto meteran listrik pada 24-27 setiap bulannya, lalu di tanggal 1 bulan berikutnya akan keluar tagihan berdasarkan angka meteran yang dilaporkan. Ada pula fitur SwaCAM yang membuat pencatatan meter listrik lebih praktis karena tidak perlu menunggu petugas datang ke rumah setiap bulan. SwaCAM membuat proses penagihan listrik menjadi semakin transparan karena pelanggan sendiri yang memberikan laporan pemakaian listrik.

(ega/ara)