Tesla Ternyata Pengin Garap Ini di RI, Bukan Pabrik Mobil Lho

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 08 Mar 2021 21:00 WIB
CORTE MADERA, CA - AUGUST 02:  The Tesla logo appears on a brand new Tesla Model S on August 2, 2017 in Corte Madera, California. Tesla will report second-quarter earnings today after the closing bell.  (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)
Foto: AP Photo/Ben Margot
Jakarta -

Kemenko Kemaritiman dan Investasi menegaskan bahwa pembicaraan investasi dengan Tesla bukan untuk melakukan pembangunan pabrik mobil di Indonesia. Deputi Investasi & Pertambangan Septian Hario Seto menegaskan pemerintah masih melakukan pembicaraan mendalam dengan Tesla soal potensi investasi di Indonesia.

"Saya klarifikasi yang Tesla ini kami masih bicara, cuma nggak bisa detil. Cuma kita itu nggak pernah bicara soal pabrik mobil dengan mereka," ujar Seto dalam webinar Future Energy Tech and Innovation Forum 2021, Senin (8/3/2021).

Justru menurut Seto, Tesla saat ini mengincar investasi di sektor Energy Storage System (ESS) atau sistem penyimpanan energi. Apalagi mereka sudah sukses membangun hal tersebut di Australia.

"Mereka sukses di Australia, dan mereka terus terang tawarkan opsi-opsi ke Indonesia. Seperti inilah satu diskusi kami dengan Tesla," ujar Seto.

Dalam catatan detikcom, ESS adalah alat yang bekerja seperti 'power bank' yang menyimpan listrik dengan skala besar hingga ratusan mega watt (MW) dan bisa sebagai stabilisator atau untuk pengganti pembangkit peaker (penopang beban puncak).

Sebelumnya, kabar mengejutkan datang dari India, Tesla disebut-sebut akan membangun pabrik mobil listrik di sana. Di waktu yang sama, pemerintah melalui Kemenkomarves sedang melakukan lobi dengan Tesla untuk melakukan investasi di Indonesia.

Sontak kabar pembuatan pabrik mobil listrik di India membuat kaget dan mengisyaratkan bahwa perundingan pemerintah untuk mendapatkan investasi Tesla telah gagal. Namun ditegaskan hari ini, investasi Tesla ke Indonesia tidak dalam pembangunan pabrik mobil listrik.

(hal/eds)