Diskon Listrik Dipangkas Jadi 50%, Apa Alasannya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 09 Mar 2021 14:59 WIB
Warga memasukkan pulsa token listrik di tempat tinggalnya, di Jakarta, Selasa (1/4/2020). Dampak penyebaran pandemi virus COVID-19, Pemerintah mmenggratiskan pembayaran listrik bagi 24 juta masyarakat miskin, untuk pelanggan berdaya listrik 450 VA gratis biaya listrik selama 3 bulan (April-Juni 2020) sedangkan bagi pelanggan dengan daya 900 VA bersubsidi akan diberikan diskon 50 persen. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang program diskon listrik untuk pelanggan 450VA dan 900VA subsidi hingga Juni 2021. Namun, besaran diskon kali ini berbeda dengan sebelumnya atau yang berlaku pada kuartal I.

Sebelumnya, diskon listrik untuk 450VA sebesar 100% atau gratis. Kemudian, untuk pelanggan 900VA subsidi mendapat diskon 50%. Untuk stimulus kali ini, pelanggan 450VA mendapat diskon 50% dan 900VA subsidi mendapat diskon 25%. Apa alasan diskon dikurangi?

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM mengatakan, diskon listrik yang diberikan berkurang menimbang kondisi perekonomian yang mulai membaik.

"Untuk triwulan II itu kemudian dengan membaiknya perekonomian nasional kemudian diputuskan pemberian diskon tarif untuk golongan rumah tangga, industri serta bisnis kecil 450VA akan diberikan sebesar 50%, tidak lagi 100%," katanya dalam teleconference, Selasa (9/3/2021).

Meski demikian, Rida mengatakan, pada dasarnya pelanggan 450VA tetap menerima subsidi. Rida melanjutkan, pada prinsipnya, bantuan yang diberikan pada triwulan II sebesar 50% atau separuh dari triwulan I.

"Prinsipnya (diskon listrik) yang akan diberikan triwulan II 50% dari apa yang diberikan untuk triwulan I," katanya.

Simak juga Video "Jokowi Resmikan Bendungan Sindang Heula: Cegah Banjir-Pembangkit Listrik":

[Gambas:Video 20detik]



(acd/fdl)