Serahkan SK Kuota BBM ke Pagar Alam. BPH Migas Ingatkan Over Kuota

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Selasa, 09 Mar 2021 20:30 WIB
Fanshurullah Asa
Foto: BPH Migas
Jakarta -

BPH Migas telah menetapkan kuota volume Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Premium yang disalurkan oleh PT Pertamina (Persero) untuk Kota Pagar Alam. SK Kuota BBM tersebut pun diserahkan langsung ke Walikota Pagar Alam.

"Untuk Pagar Alam, tahun 2020 over kuota 6%, ini kejanggalan, dalam kondisi pandemi menurut data BPH Migas bisa over. Artinya, jika tidak pandemi over kuota bisa lebih lagi," ujar Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa dalam keterangan tertulis, Selasa (9/3/2021).

Hal ini diungkapkan dalam kunjungan kerjanya ke rumah Dinas Wali Kota Pagar Alam Alpian Maskoni (6/3). Hadir juga SBM Pertamina Rayon IV Aqil dan SBM Pertamina Rayon III Syukra.

Kuota JBT atau Solar untuk Kota Pagar Alam pada tahun 2021, ditetapkan sebanyak 6.856 kl (Kiloliter). Sementara kuota JBKP atau Premium sebanyak 6.194 kl (Kiloliter). Kuota tersebut merupakan gabungan Kuota seluruh konsumen pengguna di Wilayah Kota Pagar Alam, sesuai dengan Perpres Nomor 191 Tahun 2014.

"Tahun ini kuota diturunkan karena APBN menurun, turun 107 KL. BPH Migas setiap bulan menandatangani pembayaran ke Pertamina kisaran 1,35 T. Mudah-mudahan tahun ini jangan jebol lagi," jelas Ifan sapaan akrabnya.

"BPH Migas sudah terapkan IT Nozzle, sehingga semua tercatat. Tahun ini target Pertashop Nasional 12.000, untuk area ini 110 Pertashop Pagar Alam, Lahat dan Empat Lawang, artinya peluang sangat besar untuk membangun Pertashop. Harganya sama dengan SPBU Rp 9.200," imbuhnya,

Lebih lanjut, Ifan menuturkan BPH Migas punya data penjualan BBM untuk setiap Kabupaten/Kota termasuk yang swasta. Sehingga, terkait over kuota ini pihaknya meminta agar diidentifikasi dan ke depannya bisa terkendali.

"Termasuk jika ternyata terjadi penyimpangan, maka tidak terjadi lagi tahun ini. Target 6 bulan ini pencatatan nasional JBT dan JBKP bisa 100%, sehingga verifikasi akurat. Jika ini jebol, maka diperlukan APBN, tetapi semoga saja tidak," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Pagar Alam Alpian Maskoni menyampaikan siap berkoordinasi dalam distribusi BBM. Dia menuturkan salah satu penyebab over kuota dikarenakan Pagar Alam menyangga beberapa Kabupaten, sehingga aktivitas kendaraan di Pagar Alam tinggi, termasuk dari Kabupaten sekitarnya, belum lagi arah kendaraan ke Jakarta, Pagar Alam diandalkan Kabupaten sekitarnya, juga rumah sakit, menyangga Kabupaten sekitarnya.

"Contohnya, 7 dari 24 Kecamatan di Lahat, aktivitas sehari - hari di Pagar Alam. Kalau kemungkinan penyimpangan, jikalau ada sangat terbatas. Pagar Alam ada 4 SPBU, 1 tidak ada premium. Ini yang masalah untuk pedesaan yang jauh," jelasnya.

"Permasalahan yang muncul adalah keberadaan Pertamini, juga ada pengumpul yang mengantarkan ke Pertamini. Yang paling dikhawatirkan adalah kemungkinan oplos dengan sumber dari sumur tua. Juga truk-truk pribadi yang disewa perusahaan, sehingga menggunakan BBM subsidi," sambungnya.

Berdasarkan gambaran kondisi, kata dia, maka evaluasinya akan juga dilakukan cross check dengan Kabupaten di sekitarnya, sejauh mana pengaruh mobilitas di Pagar Alam yang dinilai tinggi.



Simak Video "Kepala BPH MIGAS Ajak Masyarakat Optimistis Sambut New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)