Diskon Tarif Listrik Diperpanjang Sampai Juni, Ini 3 Faktanya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 10 Mar 2021 05:30 WIB
Warga memasukkan pulsa token listrik di tempat tinggalnya, di Jakarta, Selasa (1/4/2020). Dampak penyebaran pandemi virus COVID-19, Pemerintah mmenggratiskan pembayaran listrik bagi 24 juta masyarakat miskin, untuk pelanggan berdaya listrik 450 VA gratis biaya listrik selama 3 bulan (April-Juni 2020) sedangkan bagi pelanggan dengan daya 900 VA bersubsidi akan diberikan diskon 50 persen. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang diskon listrik untuk pelanggan rumah tangga 450VA dan 900VA subsidi. Namun, stimulus ini berbeda dengan sebelumnya. Berikut faktanya:

1. Diperpanjang Sampai Juni

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, stimulus bantuan listrik diperpanjang sampai Juni 2021.

"Perpanjangannya sampai kapan, sampai bulan Juni 2021 dengan harapan dampak dari pandemi akan membaik," katanya dalam teleconference, Selasa (9/3/2021).

2. Diskon Listrik Dipangkas 50%

Berbeda dengan sebelumnya di mana diskon tagihan listrik untuk 450VA mencapai 100%, bantuan yang diberikan kali ini hanya 50%. Sementara, untuk pelanggan 900VA yang sebelumnya mendapat diskon 50%, sekarang mendapat diskon 25%.

"Untuk triwulan II itu kemudian dengan membaiknya perekonomian nasional kemudian diputuskan pemberian diskon tarif untuk golongan rumah tangga, industri serta bisnis kecil 450VA akan diberikan sebesar 50%, tidak lagi 100%," katanya.

"Termasuk untuk golongan rumah tangga 900VA yang selama ini menerima 50% untuk triwulan II kita tetapkan 25% saja, itu untuk diskon (listrik)," katanya.

3. Diskon Listrik Bakal Telan Anggaran Rp 5 T

Kementerian ESDM memperkirakan, anggaran yang dibutuhkan untuk stimulus diskon listrik hingga Juni 2021 mencapai Rp 5,67 triliun. Diskon ini diberikan untuk pelanggan golongan rumah tangga, bisnis dan industri kecil.

Rida Mulyana menjelaskan, untuk kuartal I 2021 anggaran yang diperlukan untuk diskon listrik pelanggan rumah tangga 450VA dan 900 VA, bisnis kecil dan industri kecil sebesar Rp 3,79 triliun. Jumlah pelanggan yang menerima stimulus ini sebanyak 32,49 juta pelanggan.

Sementara, untuk kuartal II jumlah pelanggan yang menerima stimulus ini diperkirakan lebih banyak mencapai 32,74 juta. Namun, karena besaran diskon yang diberikan separuhnya atau 50% maka anggaran yang diperlukan Rp 1,88 triliun.

"Jadi secara total untuk kebutuhan stimulus diskon tarif listrik, berupa diskon tarif, kebutuhan anggarannya Rp 5,67 triliun," katanya.

(acd/fdl)