Progres 72,6%, PLTU Sumsel 8 Ditargetkan Beroperasi Awal 2022

Yudistira Imandiar - detikFinance
Minggu, 14 Mar 2021 18:48 WIB
Pemprov Sumsel
Foto: Pemprov Sumsel
Jakarta -

Progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Lalang atau disebut PLTU Sumsel 8 sudah menyentuh 72,6%. PLTU ini ditargetkan dapat beroperasi pada awal 2022.

"Pembangunan PLTU Tanjung Lalang ini semakin membuktikan Sumsel merupakan lumbung energi nasional," kata Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam keterangan tertulis, Minggu (14/3/2021).

PLTU dengan kapasitas 2 X 660 megawatt yang dibangun oleh PT Bukit Asam bekerja sama dengan perusahaan asal China itu diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Sumatera.

"Bahkan kita bisa menyuplai energi listrik kita ke pulau lain jika jaringan listrik bawah laut telah tersedia. ini akan menjadi satu-satunya kawasan ekonomi khusus energi yang di dalamnya juga akan memproduksi batubara menjadi gas dan hasil produksi lainnya dan ini yang pertama," sebut Herman.

Menurutnya, kehadiran PLTU Sumsel 8 itu mendatangkan berbagai dampak positif untuk masyarakat Sumsel. Seperti penyediaan lapangan kerja dan berkontribusi terhadap pendapatan negara.

"Ini akan membawa dampak besar bagi pendapatan negara. Untuk daerah juga demikian berdampak langsung dengan terciptanya lapangan kerja baru. Di masa pandemi ini saja, ada sekitar 3.000 tenaga kerja lokal terserap," ulas Herman.

"Ini juga akan menumbuhkan ekonomi rakyat. Mulai dari hal kecil seperti usaha makanan. Ini akan sangat membantu masyarakat sehingga ekonominya meningkat," imbuhnya.

Wakil Direktur Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Dody Arsadian menimpali pembangunan PLTU Sumsel 8 ditargetkan bisa selesai pada Maret 2022.

"Sejauh ini tidak ada kendala dalam pembangunannya. Progresnya sudah sampai 72,6%. Seperti yang disampaikan pak Gubernur pada Maret 2022 mudah-mudahan sudah siap digunakan," ujar Dody.

(fhs/ega)