Pemerintah Mutakhirkan Database Pipa Penyalur Migas di Lepas Pantai RI

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Jumat, 19 Mar 2021 22:16 WIB
ESDM
Foto: Kementerian ESDM
Jakarta -

Kementerian ESDM melakukan pemutakhiran database pipa penyalur kegiatan minyak dan gas bumi (migas) di lepas pantai wilayah Republik Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut pembentukan Tim Nasional Penataan Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut.

Sebagai informasi, pembentukan tim ini tertuang dalam Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Nomor 107 Tahun 2020 Tentang Tim Nasional Penataan Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2021 Tentang Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut.

Adapun tindak lanjut penataan ulang dan pemutakhiran database pipa penyalur migas ini dibahas dalam rapat virtual pada Kamis (18/3). Diketahui, rapat dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji serta dihadiri oleh Badan Usaha (BU) atau Bentuk usaha Tetap (BUT) yang mengoperasikan instalasi pipa penyalur di laut.

Terdapat pula sejumlah narasumber di antaranya Koordinator Kawasan Antarwilayah Direktorat Perencanaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Arif Widianto, Pushidrosal Kadisnautika Letkol Laut Bambang Marwoto, serta Letkol Laut Sinung Budi P.

Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Wakhid Hasyim memaparkan, pipa dan kabel bawah laut merupakan obyek vital nasional yang harus dijaga dan dikelola. Kendati demikian, ia melihat saat ini belum semua pipa dan atau kabel bawah laut yang sudah tergelar telah digambarkan pada Peta Laut Indonesia.

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu dilakukan penataan ulang ke dalam rencana tata ruang laut dan rencana zonasi untuk kepentingan keselamatan dan keamanan pelayaran, pengamanan dan efektivitas pemanfaatan ruang perairan laut untuk kepentingan lainnya. Termasuk juga pipa penyalur dalam kegiatan migas.

"Terkait penataan tersebut, dibentuk Tim Nasional di mana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral bertindak sebagai salah satu Anggota Tim Pengarah dan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi bertugas sebagai Anggota Tim Pelaksana dari Kementerian ESDM, serta Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi, ditetapkan sebagai Anggota Tim Teknis," jelas Wakhid dalam keterangan tertulis, Jumat (19/3/2021).

Wakhid pun menyampaikan agar BU atau BUT dapat melengkapi data teknis dan koordinat jalur pipa penyalur baik yang beroperasi maupun tidak beroperasi. Ia menambahkan, data teknis yang diminta meliputi jalur pipa penyalur, koordinat per KP, dimensi pipa, tekanan dan temperatur, tahun pembuatan, umur layan desain, kedalaman laut dan Dokumen Daerah Terbatas dan Terlarang (DTT).

Adapun hal ini juga ia sampaikan melalui surat No. B-2491/MG.06/DMT/2021 tanggal 10 Maret 2021. Yang didasarkan pada arahan Menteri ESDM dan Dirjen Migas berdasar Rakor Bidang Kemaritiman dan Investasi yang dipimpin oleh Menko Maritim dan Investasi pada 23 Februari 2021.

"Diharapkan melalui rapat ini, BU atau BUT dapat memperoleh pemahaman terkait data pipa yang kita minta. Apabila diperlukan nantinya, kegiatan serupa ini dapat kita adakan lagi supaya hal-hal yang terkait penataan pipa bawah laut dapat sesuai harapan dan tentunya tidak mengganggu investasi migas," papar Wakhid.

Sebagai informasi, Menteri Kelautan dan Perikanan pada 18 Februari lalu telah menetapkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2021 tentang Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut. Dalam aturan tersebut dinyatakan, Menteri KKP menetapkan alur pipa dan/atau kabel bawah laut sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Kepmen ini.

Diketahui, penetapan alur ini nantinya menjadi acuan dalam penyelenggaraan pipa dan/atau kabel bawah laut. Adapun alur pipa dan/atau kabel ini dapat dievaluasi satu kali dalam 5 tahun atau sewaktu-waktu oleh kementerian/lembaga terkait apabila terjadi perubahan kebijakan nasional yang bersifat strategis, kondisi lingkungan dan/atau bencana.

"Dalam hal terdapat penyelenggaraan pipa dan/atau kabel bawah laut yang tidak sesuai atau belum tercantum dalam Kepmen ini, dapat dilakukan penyesuaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ujar Koordinator Kawasan Antarwilayah Direktorat Perencanaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Arif Widianto.

Lebih lanjut Arif mengungkap telah disepakati 217 jalur koridor dan 208 beach main hole di seluruh Indonesia.

"Ketika menyusun aturan ini, kami telah meminta data-data, baik itu kabel-kabel untuk mendeteksi tsunami, listrik dan pipa bawah laut. Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh kementerian dan lembaga, serta BUMN dan asosiasi," terangnya.

Arif menyampaikan, data-data yang telah diserahkan Ditjen Migas ke Kementerian Kelautan dan Perikanan selanjutnya ditelaah kesesuaiannya. Ia menambahkan, terkait Ditjen Migas, telaah yang dilakukan biasanya penetapan lokasi kegiatan migas.

"Kita lakukan telaah, apakah telah sesuai dengan tata laut dan rencana zonasi. Lokasinya di mana? Kalau di bawah 12 mil, pipanya harus sesuai Perda Pemerintah Provinsi," tambahnya.

(akn/hns)