Terpopuler Sepekan

Heboh Simpang Siur Investasi Tesla di Indonesia

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 20 Mar 2021 15:45 WIB
CORTE MADERA, CA - AUGUST 02:  The Tesla logo appears on a brand new Tesla Model S on August 2, 2017 in Corte Madera, California. Tesla will report second-quarter earnings today after the closing bell.  (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)
Foto: Justin Sullivan/Getty Images
Jakarta -

Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla tengah berdiskusi dengan pemerintah Indonesia terkait investasinya di Tanah Air. Tesla saat ini mengincar investasi di sektor Energy Storage System (ESS) atau sistem penyimpanan energi.

"Saya klarifikasi yang Tesla ini kami masih bicara, cuma nggak bisa detil. Cuma kita itu nggak pernah bicara soal pabrik mobil dengan mereka,"kata Deputi Investasi & Pertambangan Kemenkomarves Septian Hario Seto, Senin (8/3) lalu.

Seno menjelaskan bahwa niat investasi Tesla di Indonesia sedari awal memang bukan untuk mendirikan pabrik mobil listrik. Penegasan ini diberikan Seto usai kekhawatiran soal negosiasi investasi Tesla berakhir muncul ke publik menyusul kabar kesepakatan investasi perusahaan milik Elon Musk tersebut di India.

"Mereka sukses di Australia, dan mereka terus terang tawarkan opsi-opsi ke Indonesia. Seperti inilah satu diskusi kami dengan Tesla," ujar Seto.

Lalu, apa itu ESS yang menjadi incaran Tesla di Indonesia?

Seto menjelaskan bahwa ESS adalah teknologi penyimpanan energi. Mudahnya, bentuk ESS seperti power bank, namun kapasitasnya sangat besar. Bila power bank kapasitasnya paling besar 20 ribu watt, ESS bisa mencapai 100 ribu watt (100 megawatt).

"Jadi ESS ini sebenarnya mirip kayak baterai, kayak power bank gitu, tapi ini powerbank-nya ekstra besar. Kalau powerbank kita kan paling 20.000 watt, kalau ini bisa puluhan megawatt bahkan sampai 100 megawatt mereka bisa gitu," kata Seto.

Tesladisebut tertarik mengembangkan ESS di Tanah Air sebab sebagai negara kepulauan, Indonesia punya potensi energi baru terbarukan yang sangat besar. Maka dari itu untuk menyimpan energi tersebut butuh sebuah wadah yang besar pula.

"Mereka sebenarnya dari sisi permintaan ya dari negara-negara lain itu sudah sangat tinggi. Jadi istilahnya mereka bilang memang supply-nya dari sisi mereka pun dari ESS ini nggak banyak, tapi mereka pengen kerja sama dengan Indonesia," papar Seto.

"Mereka bisa mengkombinasikan teknologi ESS mereka ini untuk di Indonesia dan memberikan manfaat yang maksimal," sambungnya.

Kabar investasi Tesla memang cukup santer setelah percakapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara langsung lewat telepon dengan CEO Tesla Elon Musk pada Jumat 11 Desember 2020. Saat itu Jokowi mengundang Elon Musk untuk berinvestasi di Indonesia. Dia mengajak Tesla berinvestasi di bidang mobil listrik.

Namun tak ada penjelasan lengkap apa yang mau diincar Tesla, apakah untuk membangun pabrik mobil listrik ataupun investasi di ranah baterai listrik. Selain itu, Jokowi juga diketahui sempat menawarkan Indonesia sebagai lokasi bantalan peluncuran (launching pad) Space X.

(eds/eds)

Tag Terpopuler