Erick Thohir: Yang Pinjam Uang BTN Ya Harus Pakai Kompor Listrik

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 31 Mar 2021 20:45 WIB
Ilustrasi kompor induksi, kompor listrik
Foto: Getty Images/iStockphoto/brizmaker
Jakarta -

Pemerintah tengah mendorong penggunaan kompor listrik. Selain bisa memangkas impor LPG, penggunaan kompor listrik akan memberi manfaat kepada masyarakat karena lebih hemat.

Upaya mendorong penggunaan kompor listrik ini ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman yang merupakan sinergi antara PLN dengan BUMN dan Kementerian PUPR.

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, untuk menggenjot kompor listrik cara yang ditempuh ialah penggunaan kompor listrik pada fasilitas yang dibangun pemerintah. Ia juga menyebut, yang meminjam uang di Bank BTN mesti memakai kompor listrik.

"Kita juga bicara mengenai kompor listrik ini, kami kementerian dan tentu PLN man-challenge bener nggak, kalau diganti kompor masyarakat juga menghemat? Kalau diganti kompor nambah ya pasti nggak mau. Karena kita coba hitung rata-rata per bulannya makanya keluar angka Rp 147 ribu dengan (kompor) listrik Rp 118 ribu," katanya dalam acara Sinergi PLN dengan BUMN & Kementerian PUPR, Rabu (31/3/2021).

"Karena itu kita memberanikan diri, menggerakan program ini bersama seluruh kementerian supaya masyarakat juga bisa menggunakan kompor listrik, dan didukung tadi kepada fasiltias-fasilitas yang memang terus dibangun pemerintah, baik Perumnas ataupun (BUMN) Karya-karya yang mendapat penugasan. Bahkan sama BTN juga sama, semua yang minjam uang ke BTN ya harus pakai kompor listrik juga termasuk swasta," terangnya.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyebut ada tiga nota kesepahaman yang ditandai. Pertama, PLN dan 9 BUMN bidang jasa konstruksi sepakat untuk mewujudkan kemandirian, ketahanan energi nasional dan mewujudkan energi bersih.

"Kedua PLN menegaskan kembali kerja sama dengan Bank BTN dalam rangka mendukung gerakan konversi 1 juta kompor LPG ke kompor induksi serta pemanfaatan layanan perbankan," lanjutnya.

Ketiga, PLN bekerja sama dengan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) tentang integrasi data pengguna listrik penerima Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"Dengan tercapainya kesepakatan tersebut menjadi landasan bersama untuk mendorong penggunaan kompor induksi pada proyek unit perumahan dan apartemen yang sedang dan akan dibangun, menciptakan kemudahan mitra kerja yang menerapkan program konversi kompor LPG ke kompor induksi," ujarnya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, rumah subsidi harus dihuni setahun setelah dibangun. Dengan ada sinergi data dengan PLN, pihaknya bisa memonitor rumah yang dihuni dari pemakaian listrik.

"Karena 1 tahun setelah rumah dibangun harus bisa dihuni, dengan sinergitas data ini kita bisa memonitor untuk kepentingan kami tapi untuk kepentingan nasional, kalau dulu dari minyak tanah ke LPG orang tadinya bilang ini bahaya ini meledak, tapi sekarang LPG ke listrik satu lebih hemat, yang kedua lebih bersih, yang ketiga menghemat pengeluaran negara jadi kami sangat bersemangat untuk bersinergi," ujarnya.

(acd/dna)