Kerja Sama China Bangun Smelter Freeport Diteken Hari Ini?

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 01 Apr 2021 06:10 WIB
Tambang terbuka Grasberg yang dikelola PT Freeport Indonesia (PTFI) diperkirakan bakal ditutup akhir tahun 2018. Begini kondisinya saat ini.
Ilustrasi/Foto: Ardhi Suryadhi
Jakarta -

Indonesia sedang merencanakan pembangunan smelter untuk hasil tembaga PT Freeport Indonesia (PTFI). Sebuah perusahaan China, Tsingshan menawarkan diri untuk membangun smelter di Halmahera.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak. Di sisi lain, pihaknya juga sedang menyiapkan proses pembangunan smelter di Gresik.

"Kami mendapatkan tawaran juga dari pihak lain dalam hal ini dari pihak Tsingshan untuk ada alternatif untuk ke Halmahera," kata dia dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (31/3/2021).

Biaya yang sudah dikeluarkan oleh holding BUMN tambang untuk membangun smelter di Gresik mencapai US$ 300 juta, setara Rp 4,2 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

Pada kesempatan RDP tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru mendapatkan informasi bahwa Tsingshan dan PTFI akan melakukan kesepakatan Kamis, 1 April 2021. Info itu, kata dia didapat dari Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

"Saya ingin menanyakan kalau nggak salah besok (red: hari ini) tanggal 1 April itu ada kesepakatan Tsingshan dengan PT Freeport ini katanya Pak Luhut. Nah akhirnya di mana yang namanya pembangunan smelter ini?," tanyanya.

Benarkah perusahaan China tersebut dipakai akan membangun smelter Freeport? Lanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2