Mau Pakai Kompor Listrik? Jangan Lupa Cek Setrum sama Panci

ADVERTISEMENT

Mau Pakai Kompor Listrik? Jangan Lupa Cek Setrum sama Panci

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 05 Apr 2021 08:03 WIB
Ilustrasi kompor induksi, kompor listrik
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/brizmaker

Sejumlah hal perlu disiapkan pemerintah termasuk PT PLN (Persero) dalam rangka menggenjot penggunaan kompor listrik atau kompor induksi. Salah satunya, memastikan keandalan pasokan listrik.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, keandalan listrik diperlukan agar masyarakat tidak terganggu saat memanfaatkan kompor ini.

"Jadi keandalan PLN dalam menyuplai listrik adalah suatu keharusan. Jika memang program ini berjalan dengan baik. Kalau selama ini tidak andal, saya kira masyarakat kita tidak akan mau, karena siapa yang mau lagi masak tiba-tiba masak mati lampu? Yang ada nanti nggak makan, beda dengan LPG, abis tinggal telpon," katanya kepada detikcom.

Lanjutnya, dalam mendorong kompor listrik, masalah harga mesti menjadi perhatian. Apalagi, harga kompor listrik relatif tinggi.

"Masyarakat kita kan terbiasa dengan LPG ketika menggunakan kompor listrik ini kan mau nggak mau, mereka harus ada investasi lagi. Entah ada program gratis atau program diskon saya kira menjadi stimulus mendorong penggunaan kompor induksi," ujarnya.

Begitu juga dengan peralatan masaknya. Dia bilang, sebagian masyarakat masih menggunakan alat masak konvesional. Di sisi lain, peralatan masak pada kompor listrik berbeda dengan kompor konvensional.

"Jadi perlu didukung juga industri pendukungnya sehingga harga peralatan memasak ini lebih terjangkau, atau mungkin nanti pada saat diberikan bantuan, diskon, satu paket dengan peralatan memasak," terangnya.

Kemudian, masalah beban listrik. Dia bilang, kompor listrik ini memanfaatkan listrik yang cukup besar. Di sisi lain, banyak masyarakat yang daya listriknya masih kecil. Pemakaian listrik yang tinggi dikhawatirkan membuat listrik sering turun.

"Jadi perlu adanya lagi, sekarang sudah ada program tambah daya gratis, atau diskon. Saya kira program itu tetap harus digalakkan agar masyarakat kita lebih tertarik memindahkan listriknya dengan kapasitas yang lebih besar," terangnya.


(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT