Siklon Tropis Seroja di NTT, 540.332 Pelanggan Masih Mati Listrik

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 05 Apr 2021 17:07 WIB
People walk amid debris at a village affected by flood in Ile Ape, on Lembata Island, East Nusa Tenggara province, Indonesia, Sunday, April 4, 2021 photo. Multiple disasters caused by torrential rains in eastern Indonesia have left dozens of people dead or missing while displacing thousands, the countrys disaster relief agency said Monday.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Hujan disertai angin kencang akibat badai siklon tropis seroja kembali melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dini hari ini. PT PLN (Persero) terus berupaya memulihkan kelistrikan yang terdampak di sana.

Sampai hari ini pukul 12.00 WITA, PLN telah memulihkan 159 gardu terdampak siklon tropis tersebut dan 33.514 pelanggan telah menikmati aliran listrik lagi. Namun masih ada 2.067 gardu dan 540.332 pelanggan yang mengalami mati listrik.

"Begitu badai mereda, petugas kami langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi infrastruktur kelistrikan dan memperbaiki jaringan yang terdampak badai," ucap General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko dalam keterangan tertulis yang dikutip detikcom, Senin (5/4/2021).

Sebelumnya akibat badai siklon tropis seroja, sebanyak 2.226 gardu yang tersebar di Kupang, Flores Bagian Barat, Flores Bagian Timur, dan Sumba padam. Kencangnya angin membuat banyak pohon bertumbangan, papan reklame roboh, tanah longsor, serta atap rumah beterbangan dan mengenai jaringan listrik menyebabkan aliran listrik terganggu. Khusus sistem kelistrikan Timor saat ini belum bisa dilakukan pemulihan dikarenakan akses jalan terputus.

"Anginnya memang sangat kuat, beberapa kantor kami juga mengalami kerusakan. Namun kami pastikan petugas di lapangan terus bekerja untuk memulihkan jaringan agar masyarakat bisa menikmati listrik kembali," ucap Agustinus.

PLN memastikan akan segera melakukan pemulihan aliran listrik ketika banjir telah surut atau kondisi jaringan telah dipastikan aman. Sementara untuk daerah yang masih terdapat genangan banjir, demi keselamatan warga pihaknya belum dapat menyalakan aliran listrik.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat siklon tropis seroja di Perairan Kupang dengan kecepatan angin mencapai 45 knot. Hal ini memberikan dampak terhadap peningkatan tinggi gelombang dan cuaca ekstrim di NTT dan sekitarnya beberapa hari ke depan.

"Melihat apa yang disampaikan BMKG tentu kami terus bersiaga dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kelistrikan di sekitar," ucap Agustinus.

PLN mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan ketika musim hujan dan terjadi banjir. Jika air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya warga bisa menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile.

(aid/eds)