Bila Subsidi Dilepas, Berapa Masyarakat Harus Bayar Listrik?

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 07 Apr 2021 15:37 WIB
PLN mengerahkan petugas untuk memastikan kesesuaian tagihan rekening listrik penggunanya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kementerian ESDM berencana untuk melepas subsidi atas tarif penyesuaian atau adjustment listrik yang sudah diberlakukan sejak 2017. Rencana tersebut agar mengurangi beban yang selama ini ditanggung oleh APBN.

Selama penerapan tarif adjustment, pemerintah harus mengalokasikan anggaran kompensasi untuk menutup gap antara harga keekonomian dengan harga listrik yang tidak berubah sejak 2017.

"Dan untuk segmen ini disebutnya kompensasi yang setiap tahunnya dibayarkan APBN ke PLN," kata Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyani di Banggar, Rabu (7/4/2021).

Rida mengatakan, PLN memiliki 38 kelompok pelanggan dengan rincian sebanyak 25 golongan merupakan golongan yang mendapatkan subsidi. Lalu 13 golongan lainnya ini merupakan non subsidi yang selama ini tarifnya tidak diubah dan pemerintah memberikan kompensasi tarif ke PLN.

Adapun sebanyak 13 golongan yang merupakan non subsidi ini jika dijumlahkan ada sekitar 41 juta pelanggan. Jika pemerintah akan melepas tarif adjustment, maka ada tambahan biaya yang harus dibayarkan oleh para pelanggan.

Berdasarkan kajian Kementerian ESDM, Rida mencontohkan kenaikan tarif yang harus dibayarkan pelanggan mulai dari Rp 18.000 sampai Rp 101.000 per bulan sesuai dengan kapasitas listrik yang digunakan

"Ini kaitannya sama tarif adjustment," katanya.

Untuk pelanggan kapasitas 900VA, Rida menyebut tagihan biayanya dengan tarif adjustment mencapai Rp 166.000 per bulan. Jika dilepas, maka akan ada tambahan biaya sebesar Rp 18.000 per bulan.

Sementara pelanggan dengan kapasitas 1.300VA akan ada tambahan biaya sekitar Rp 10.800 per bulan. Sedangkan pelanggan dengan kapasitas 2.200VA biayanya bertambah Rp 31.000 per bulan. Sedangkan untuk kelompok 3.300VA bisa mencapai Rp 101.000 per bulan.

"Nah seterusnya. Untuk yang paling tinggi itu industri besar itu, bisa sampai Rp 2,9 miliar per bulan," ujarnya.

Meski demikian, Rida mengaku masih belum tahu pasti kapan rencana tarif adjustment ini dilepas. Begitupun dengan implementasinya yang akan sekaligus atau bertahap pada beberapa kelompok pelanggan saja.

"Itulah yang kita sampaikan, apakah ini akan sekaligus dinaikan. Atau cuman beberapa kalangan aja, atau semua disesuaikan sekaligus dan bertahap sudah ada skenarionya untuk kompensasinya," ungkapnya.

Simak juga 'Token Listrik Gratis Maret 2021, Begini Cara Klaimnya!':

[Gambas:Video 20detik]



(hek/zlf)

Tag Terpopuler