Premium Jadi Mau Dihapus? Ini Kata Ahok

Ari Purnomo - detikFinance
Rabu, 07 Apr 2021 23:30 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Foto: Ari Purnomo/detikcom: Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menemui Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Solo
Solo -

Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengajak masyarakat meninggalkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Sebagai gantinya, masyarakat bisa memilih jenis Pertalite atau Pertamax yang memiliki kualitas lebih bagus.

Apalagi kendaraan sekarang ini didesain untuk jenis bahan bakar bukn premium.

"Itu kita baru bikin program langit biru, untuk mengajak masyarakat mendidik supaya meninggalkan premium," kata Ahok kepada wartawan ditemui di rumah dinas Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka Loji Gandrung, Rabu malam (7/4/2021).

"Secara kualitas kan kurang baik, sementara kalau orang memakai Pertalite atau Pertamax itu akan lebih hemat sebetulnya. Sekarang kendaraan dirancang bukan untuk premium," sambung Ahok

Ahok menambahkan, pihaknya secara perlahan akan mengurangi pasokan Premium di perkotaan. Dengan begitu, maka penggunaan Premium bisa digantikan dengan jenis lain.

Dia mencontohkan di wilayah Jawa Tengah (Jateng) pemakaian BBM Premium mulai berkurang, karena masyarakat makin sadar terkait efek bagi lingkungan dan biaya membeli BBM.

"Nah ini kita bertahap (dikurangi), tapi di Jateng ini sedikit sekali yang pakai Premium. Ini dari lingkungan dan dari sisi ekonomi mungkin juga lebih baik pertamax lebih hemat," kata Ahok

Saat ditanya soal kemungkinan BBM Premium dihapuskan dari pasar, Ahok enggan berkomentar lebih jauh. Menurutnya kebijakan tersebut merupakan kewenangan pemerintah.

"Saya tidak tahu (dihapuskan), mesti tanya ke menteri, kita cuma jalankan saja," tutur Ahok.

(hns/hns)