9 Sikap Kritis Ahok Selama Jadi Komisaris Utama Pertamina

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 08 Apr 2021 14:57 WIB
Basuki Tjahaja Purnama/Ahok
Foto: Basuki Tjahaja Purnama/Ahok (Lutfi Syahban/Denny Pratama/detikcom)
Jakarta -

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi menjabat sebagai komisaris utama PT Pertamina (Persero) sejak tanggal 22 November 2019. Hampir 1,5 tahun sudah mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjabat di perusahaan minyak dan gas (migas) milik negara itu.

Sejauh karirnya di Pertamina, Ahok beberapa kali membuat pernyataan kritis ke BUMN migas tersebut. Apa saja? berikut dirangkum detikcom:

1. Sikat koruptor di Pertamina

Ahok berjanji untuk tegas terhadap perilaku korupsi di Pertamina dan tak segan melacak mereka yang berani korupsi di Pertamina. Dia mengatakan ditunjuk jadi komisaris utama demi menyelamatkan uang Pertamina dari tindak korupsi.

"Siapa pun yang mau korup di Pertamina, hati-hati! Anda nikmati, kami akan lacak Anda melalui PPATK," tegas Ahok dalam sesi talkshow yang disiarkan di YouTube Pertamina, dikutip detikcom pada Selasa (4/8/2020).

2. Direksi hobi lobi menteri

Ahok mengungkapkan sejumlah 'aib' di Pertamina. Salah satunya yang dia ungkapkan direksi yang hobi lobi menteri.

"Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya, saya sempat marah-marah juga, jadi direksi-direksi semua mainnya lobinya ke menteri karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan kementerian-kementerian," kata Ahok seperti dikutip detikcom, Selasa (15/9/2020).

3. Direksi yang dicopot tetap digaji

Ahok juga menemukan permasalahan pada sistem gaji di Pertamina. Ahok bilang, gaji pejabat tetap diberikan meski pejabat itu dicopot.

"Orang dicopot dari jabatan direktur utama anak perusahaan, misal gaji Rp 100 juta lebih masa dicopot gaji masih sama? Alasannya dia sudah orang lama, harusnya gaji mengikuti jabatan anda," kata Ahok.

Lanjut halaman berikutnya.

4. Investor bangun kilang 'dicuekin'

Ahok mengaku ingin mengaudit proyek-proyek kilang Pertamina. Dia ingin bertanya langsung ke direksi, berapa investor yang sudah tertarik dan kenapa malah didiamkan begitu saja.

"Makanya nanti saya mau rapat penting soal kilang. Berapa investor yang sudah nawarin mau kerja sama kalian diemin? Terus sudah ditawarin kenapa ditolak? Terus kenapa kerja seperti ini? Saya lagi mau audit. Cuma saya emosi juga kemarin. Mereka lagi mancing saya emosi, saya emosi laporin Presiden apa? Ahok mengganggu keharmonisan," kata Ahok.

Sikap Ahok lainnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2