Ahok Minta Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru Operasi November 2021

Ainur Rofiq - detikFinance
Kamis, 08 Apr 2021 18:37 WIB
Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kunjungan kerja ke Lapangan Unitisasi Gas Jambaran - Tiung Biru
Foto: Dok. Pertamina: Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kunjungan kerja ke Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), di Bojonegoro
Bojonegoro -

Komisaris Utama (Komut) Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kunjungan kerja ke Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), di Bojonegoro, Jawa Timur Kamis (8/4/2021). Lapangan gas ini dikelola PT Pertamina EP Cepu (PEPC)

Kehadiran Ahok disambut Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu, Awang Lazuardi. Ahok menjelaskan kunjungan kerja ini rutin dilakukan. Hadir pula CEO Subholding Upstream Pertamina Budiman Parhusip, Komisaris Utama PT Pertamina EP Cepu Gandhi Sriwidodo, dan juga jajaran manajemen Pertamina lainnya.

Ahok sempat meninjau lokasi Proyek Pengembangan Gas Lapangan JTB yang berada di Desa Bandungrejo, Bojonegoro. Dalam kunjungannya Ahok berharap kegiatan Proyek JTB dapat segera on-stream pada November 2021.

"Apresiasi kepada PEPC yang telah mengawal Proyek JTB ini dengan baik dan lancar. Secara keseluruhan, Proyek JTB ini on the track, kami berharap dapat segera on-stream pada November tahun 2021. Khusus untuk pekerja Proyek JTB, bekerjalah dengan selamat dan pulanglah dengan selamat." kata Ahok, dalam keterangan tertulis PT Pertamina EP Cepu, Kamis (8/4/2021).

Dengan target on-stream tersebut, diharapkan kebutuhan energi khususnya dari sektor gas dapat segera terakomodasi. Pertamina mengembangkan Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Ke depan, Proyek JTB dapat menyumbangkan energi gas sebesar 192 MMSCFD pada masa produksi. Proyek JTB akan memberikan efek pengganda (multiplier effect) dalam memberikan pasokan gas bagi berbagai sektor industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu, bermitra dengan ExxonMobil Cepu Limited, Pertamina terlibat dalam kepemilikan saham sebesar 45% di Lapangan Minyak Banyu Urip.

(hns/hns)