Ombudsman Beri Catatan Soal Ganti Rugi Korban Kebakaran Kilang Balongan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 14 Apr 2021 16:19 WIB
Petugas masih berupaya padamkan api yang membakar tangki Pertamina di Balongan, Indramayu. Kobaran api dan asap hitam pekat masih terlihat di area terdampak.
Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Jakarta -

Imbas kebakaran tangki yang terjadi di Kilang Balongan, PT Pertamina (Persero) selaku pengelola kilang dituntut harus bertanggung jawab kepada warga sekitar. Pertanggung jawaban itu diberikan pada kerusakan dan korban jiwa yang terjadi imbas dari kebakaran di area kilang.

Hal itu disampaikan oleh anggota Ombudsman Republik Indonesia Hery Susanto. Dia meminta Pertamina membayar ganti rugi secara sesuai dan tepat waktu, pihaknya akan ikut mengawal proses ganti rugi ini.

"Pertamina harus memberikan ganti rugi atas bangunan yang rusak berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan Kabupaten Indramayu dengan proses yang valid, mudah, dan cepat," ujar Hery dalam konferensi pers virtual, Rabu (14/4/2021).

Hery juga menegaskan Pertamina harus bertanggung jawab atas biaya pengobatan korban luka baik berat maupun ringan, dan memberikan santunan bagi korban jiwa yang jatuh akibat insiden kebakaran di Kilang Balongan.

"Pertamina juga harus memberikan pengobatan dan santunan yang layak bagi para korban dan keluarganya yang mengalami luka berat, ringan, bahkan meninggal dunia," tegas Hery.

Hery juga mengimbau agar para korban yang belum mendapatkan haknya atau kesulitan mendapatkan ganti rugi segera melapor ke Ombudsman.

"Kami menyerukan kepada warga terdampak, korban kebakaran kilang minyak agar melapor apabila proses ganti rugi akibat dampak kebakaran tidak juga didapatkan sebagaimana haknya. Kami minta proses verifikasi dilakukan responsif dan cepat, tidak menunda," ungkap Hery.

"Bila ditunda dan waktu berlarut ini akan mempengaruhi kondisi waga setempat dan bisa jadi melupakan rekam jejak yang harusnya ganti rugi malah jadi pengaburan atas hak itu," lanjutnya.

Dari data yang dipaparkan Hery, jumlah rumah rusak yang terdampak dari kejadian di Kilang Balongan ini sejumlah 2.788 unit, dan baru terverifikasi 1.313 unit. Sementara itu ada juga 48 tempat ibadah yang rusak.

Jumlah kerusakan ini tersebar di Desa Balongan, Sukaurip, Majakerta, Tegalurung, Sukareja, Tegal Sembada, dan Rawa Dalem.

Sementara itu total jumlah masyarakat yang terdampak dari peristiwa ini sebanyak 895 jiwa. Korban tersebar di 4 desa, mulai dari desa Balongan, Sukaurip, Majakerta, dan Tegalurung. Dari jumlah tersebut, 35 orang di antaranya merupakan korban luka dan perlu perawatan.

Rincinya, ada 25 jiwa mengalami luka ringan, 4 orang masih dirawat ringan di Balongan, dan 6 sisanya dirawat insentif di RSPP Balongan. Dari 6 orang yang dirawat insentif ada dua orang yang sudah meninggal dunia.

"Yang meninggal sejauh ini ada dua, pertama karena efek ledakan dia terkejut dan karena ada sakit jantung jadi meninggal. Yang satu lagi karena efek kecelakaan dari ledakan," papar Hery.

Langkah Pertamina

Pertamina menepati komitmennya untuk segera memberikan biaya perbaikan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang terdampak insiden di Kilang Balongan pada Sabtu (10/4) bertempat di Kecamatan Balongan.

Tim internal Pertamina telah berhasil memverifikasi 61 unit fasum dan fasos di 6 desa terdampak yakni Desa Balongan, Rawadalem, Sukareja, Sukaurip dan Tegalurung yang berada di Kecamatan Balongan.

Sebelum penyampaian biaya perbaikan, dilakukan sosialisasi kepada perwakilan dari pengelola fasum fasos tersebut untuk menginformasikan mekanisme penilaian kerusakan, pembayaran serta pertanggungjawaban penggunaan biaya perbaikan.

Nampak hadir dalam sosialisasi tersebut adalah Asisten Daerah II Kabupaten Indramayu , Maman Kostaman, Camat Balongan Udi Mashudi, dan tim Pertamina untuk penanggulangan dampak sosial dan lingkungan.

"Menjelang Ramadhan, diutamakan perbaikan fasum sehingga bisa secepatnya digunakan untuk beribadah. Sedangkan untuk penggantian perbaikan kerusakan rumah warga akan disampaikan segera setelah verifikasi selesai." terang Camat Balongan, Udi Mashudi

Perbaikan fasum dan fasos ditargetkan dapat diselesaikan secara swakelola dalam jangka waktu sekitar 5 hari dimulai pada hari Minggu. Harapannya fasilitas ibadah seperti masjid dan musholla dapat segera dipergunakan warga untuk beribadah di bulan Ramadhan.

Salah satu perwakilan pengelola fasum fasos yang turut menerima biaya perbaikan, Suradi dari Blok Kesambi Desa Balongan mengucapkan terima kasih atas pemberian biaya perbaikan terhadap musholla Baitul Muslimin.

Sementara itu, tim verifikasi gabungan juga masih terus melakukan verifikasi kerusakan rumah warga. Dari 3100 laporan, telah selesai dilakukan verifikasi sebanyak 2250 unit dan sisanya ditargetkan akan selesai pada awal minggu depan.



Simak Video "Pertamina Sebut Api yang Bakar Tangki Minyak di Balongan Sudah Dilokalisir"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/dna)