Erick Thohir Larang Pertamina Punya Saham di Pertashop

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 17 Apr 2021 16:16 WIB
Erick Thohir
Foto: Arbi Anugerah / detikcom
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir melarang PT Pertamina (Persero) memiliki saham pada Pertashop yang akan dibangun di banyak daerah. Erick mengaku belum lama ini telah ikut meresmikan pembukaan Pertashop di beberapa daerah.

"Itu saya putuskan bahwa Pertamina tidak boleh punya saham 1% pun," kata Erick dalam acara Milenial Fes x PPI Belgia secara virtual, Sabtu (17/4/2021).

Erick Thohir menyebut, Pertashop menjadi upaya pemerintah memberikan peluang usaha kepada para pengusaha daerah, bahkan pesantren. Dalam waktu dekat, Pertamina akan membuat gerakan 1.000 pesantren mendapat Pertashop.

"Pertashop harus diberi kepada pengusaha daerah ataupun pesantren. Saya menyaksikan sendiri di Cibodas kemarin, usianya masih 34 tahun, dia juga tadi membuka pertashop menjadi new income, hal ini yang saya harapkan, BUMN membangun ekosistem," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) M. Fanshurullah Asa mengatakan pemerintah wajib menjamin ketersediaan, distribusi, dan kelancaran bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini ia ungkapkan berdasar pada amanat Undang-Undang Migas No. 22 Tahun 2001.

Ifan, sapaan akrab Kepala BPH Migas, menjelaskan BPH Migas melakukan salah satu upaya untuk menjamin ketersediaan dan distribusi BBM di wilayah yang belum terjangkau atau jauh dari SPBU yakni melalui Pertashop.

Untuk itu, Ifan menyampaikan pihaknya meminta Pertamina dan badan usaha lainnya untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mini.

"Di mana 1000 untuk pesantren ini supaya pesantren ini bisa mandiri, ekonomi umat bisa kuat, pondasi kebangsaan kita bisa berkelanjutan dan tentunya kami juga nanti secara bersama sama akan juga melihat potensi para pengusaha daerah disini. Seperti yang saya saksikan Minggu kemarin, ada pengusaha daerah yang bisa membantu menjaga dari pada ekonomi masyarakat sekitarnya," ujarnya.

(hek/hns)