93,4% Listrik di NTT Sudah Pulih Usai Diterjang Badai

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 19 Apr 2021 12:46 WIB
Sejumlah petugas memperbaiki jaringan listrik yang terputus akibat banjir bandang di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (8/4/2021). Pemulihan infrastruktur dilakukan untuk kembali menghidupkan perekonomian masyarakat setempat pascabencana alam yang terjadi pada Minggu (4/4) tersebut. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Foto: Antara Foto/Aditya Pradana Putra
Jakarta -

PT PLN (Persero) terus memperbaiki kondisi kelistrikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak badai siklon tropis Seroja. Kondisi terkini, 93,4% pelanggan NTT telah kembali menikmati listrik. Masih dari 316 gardu listrik yang belum dipulihkan.

Demikian disampaikan Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda dalam konferensi pers, Senin (19/4/2021).

"Saat ini PLN terus berupaya memulihkan jaringan kelistrikan yang terdampak badai siklon Seroja di NTT, tercatat hingga Senin hari ini, 19 April 2021 pukul 8 WITA, di seluruh NTT PLN telah berhasil memulihkan 3.686 gardu dari 4.002 gardu yang terdampak atau 92%. Sehingga sebanyak 593.881 pelanggan atau 93,4% dapat menikmati listrik kembali," katanya.

Dia mengatakan, capaian tersebut merupakan kinerja PLN dibantu TNI dan masyarakat. Sehingga, pemulihan jaringan listrik dapat berlangsung dengan baik. Dia berharap, pada 21 April nanti seluruh listrik di NTT kembali pulih.

"Ini adalah kerja keras para relawan dibantu TNI dan masyarakat sehingga penyalaan gardu (listrik) bisa kita selesaikan dengan baik. Mudah-mudahan 21 April nanti kami bisa selesaikan seluruhnya jadi tidak sampai dengan 1 bulan mudah-mudahan NTT telah terang kembali dan bangkit kembali untuk bisa menjadi lebih baik sebelum terjadi siklon Seroja yang terjadi beberapa waktu yang lalu," katanya.

General Manager PLN UIW NTT Agustinus Jatmiko mengatakan, saat ini belum 100% kerusakan instalasi PLN mengalami kerusakan yang luar biasa. Dia bilang, perbaikan terus dilakukan.

"Saat ini belum 100% karena Bapak Ibu teman-teman media khususnya yang tahu di lapangan bagaimana kerusakan instalasi kami itu memang luar biasa. Kami sudah memperbaiki 93 lebih persen dan kenapa masih ada sisa, karena pertama di Pulau Sabu, Pulau Rote, Pulau Alor, Lembata, Adonara demikian juga Sumba Timur ini sudah berproses," terangnya.

Dia juga bilang, yang juga menjadi tantangan bagi PLN ini ialah akses jalan yang putus.

"Kami di Lembata, Adonara, Sumba Timur ada kendala juga di akses jalan yang putus sehingga dari Bapak Kepala BPBD juga sedang mengusahakan supaya petugas PLN bisa masuk lokasi yang terdampak," terangnya.

(acd/fdl)