Tekan Impor LPG, DEN Ajak Pegawai Beralih ke Kompor Listrik Induksi

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Senin, 03 Mei 2021 15:36 WIB
DEN
Foto: Kementerian ESDM
Jakarta -

Dewan Energi Nasional (DEN) meluncurkan penggunaan kompor listrik induksi kepada seluruh pegawai di lingkungan DEN. Ini sekaligus untuk mendorong percepatan energi transisi di Indonesia.

Sekretaris Jenderal DEN, Djoko Siswanto mengatakan langkah ini bertujuan untuk mendukung Paris Agrement dan penurunan Efek Rumah Kaca, serta mengurangi impor LPG dan mendorong target EBT 23% di tahun 2025.

"Inisiasi ini merupakan salah satu upaya intervensi yang dimulai dari pegawai di lingkungan Dewan Energi Nasional. Untuk itu, marilah bersama-sama berkontribusi untuk implementasi program transisi energi melalui praktek di dalam kehidupan kita sehari-hari," ujar Djoko dalam keterangan tertulis, Senin (3/5/2021).

"Kita di sini tidak hanya sebagai policy makers, namun juga sebagai praktisi dan sekaligus agen perubahan di bidang energi untuk Indonesia yang lebih baik lagi," imbuhnya.

Djoko menilai pemanfaatan kompor listrik induksi ini akan memberikan manfaat tidak hanya kepada pengguna, namun pada perkembangan sektor energi di Indonesia. Dia mengatakan bagi pengguna, kompor listrik induksi merupakan pilihan kompor yang ramah lingkungan, sehat dan nyaman, karena tidak mengeluarkan gas CO2.

"Oleh karena itu, kami di pemerintah khususnya di Dewan Energi Nasional mendorong penggunaan kompor induksi," katanya.

Dia pun merinci sederet manfaat kompor listrik induksi. Pertama, mengurangi beban fiskal negara. Dia mengatakan peningkatan pemanfaatan LPG dari tahun ke tahun menjadi beban fiskal pemerintah karena terdapat komponen subsidi untuk LPG 3 kg. Diketahui, total subsidi yang dibayarkan pemerintah di tahun 2018 mencapai Rp 58, 1 triliun. Dengan menggunakan kompor listrik industri maka bisa mengurangi beban fiskal RI.

Manfaat kedua, yaitu meningkatkan ketahanan energi nasional melalui diversifikasi energi dan penurunan ketergantungan akan impor energi. Dalam rangka menghentikan impor LPG pada tahun 2030, Indonesia tengah menyiapkan upaya strategis, salah satunya dengan mendorong penggunaan kompor listrik induksi di sektor rumah tangga dengan penggunaan energi yang kompetitif dan kontinuitas suplai listrik.

Lalu manfaat ketiga dari penggunaan kompor induksi adalah sebagai bentuk dukungan kepada PLN sebagai BUMN yang mempunyai amanat dalam penyediaan listrik nasional.

Sementara itu, Anggota DEN dari Unsur Pemangku Kepentingan, Satya Widya Yudha menyampaikan acara launching penggunaan kompor listrik induksi merupakan bentuk dukunan terhadap program 1 juta kompor listrik PT. PLN (Persero).

Menurutnya, penggunaan kompor listrik industri memiliki banyak keuntungan, di antaranya penggunaan energi yang lebih hemat, ramah lingkungan serta mengurangi biaya rumah tangga masyarakat. Dia mengatakan ke depan diperlukan kerja sama keenergian dengan stakeholder lainnya.

Di sisi lain, Direktur Utama PT.PLN (Persero), Zulkifli Zaini mengapresiasi langkah yang dilakukan DEN dalam rangka mendorong penggunaan kompor induksi. Diungkapkan Zulkifli, hal ini sudah semestinya dilakukan melihat kondisi masyarakat yang saat ini mayoritasnya menggunakan energi impor, khususnya terkait LPG.

Lebih lanjut dia menjelaskan saat ini cadangan energi listrik nasional mencapai 50 persen. Artinya, energi yang diproduksi PLN bisa dioptimalkan penggunaanya oleh masyarakat sehingga pemerintah bisa menghemat subsidi karena tidak perlu impor energi. Dengan begitu, permasalahan subsidi LPG yang sulit tepar sasaran bisa segera teratasi.

(ncm/hns)