Bos BPH Migas Cek Stok BBM Lebaran di Palembang, Apa Hasilnya?

Nurcholis Maarif - detikFinance
Kamis, 06 Mei 2021 17:04 WIB
Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa
Foto: dok. BPH Migas
Jakarta -

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) M Fanshurullah Asa menyambangi kantor Pertamina MOR II Sumbagsel di Palembang untuk mengecek stok BBM dan LPG jelang Lebaran. Ifan, sapaan akrab Kepala BPH Migas, menyebut kecenderungan pertumbuhan Pertashop saat ini di MOR II Sumbagsel cukup tinggi.

Ia mengatakan hal itu patut menjadi contoh. Namun ia mengingatkan perlu persiapan produksi peralatan Pertashop, baik di Pindad maupun yang lainnya secara berimbang.

"Sehingga target 10.000 untuk seluruh Indonesia tahun ini setidaknya realisasi mendekati target rencana," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (6/5/2021).

Untuk diketahui, rombongan BPH Migas tersebut diterima Pjs. GM PT Pertamina MOR II Sumbagsel Pande Made Andi Suryawan dan jajarannya.

Ifan mengatakan model motor pengantar BBM (PDS) sedapat mungkin dikembangkan berimbang di berbagai daerah, bukan hanya Lampung. Ia menilai hal itu tidak hanya menunjukkan kebijakan MOR II, tetapi SAM dan SBM yang gesit.

"Palembang itu kota besar, mestinya PDS juga dikembangkan di situ, juga daerah lain," ujarnya.

Ia mengatakan PDS merupakan bentuk pelayanan ke depan yang memudahkan masyarakat serta menjanjikan untuk dikembangkan. Selain itu, PDS juga perlu sebaran yang merata, jangan hanya menumpuk di Lampung dan di SPBU tertentu.

"Sebab tantangan ke depan, bisnis jemput bola lebih tepat, jangan hanya menunggu bola. Apalagi persaingan dengan yang lain yang swasta," ujarnya.

Ifan berpesan agar Satgas RAFI 2021 terus mengawal ketersediaan BBM, jangan sampai ada gangguan pasokan suplai BBM untuk masyarakat.

"Hari ini, selama 18 tahun BPH Migas berdiri belum pernah ada, saya pimpin langsung team turun memantau dan mengawal langsung ke lapangan," ujarnya.

Sementara itu, Pjs GM Pertamina MOR II Sumbagsel Pande Made Andi Suryawan menjelaskan di MOR II Sumbagsel, mayoritas minyak berasal dari Plaju dengan cadangan berasal dari Depo Batam.

Fasilitas yang tersedia yakni 2 Integrated Terminal di Lampung TBBM Panjang Lampung dan Palembang Sumsel, 6 Fuel Terminal (Lubuk Linggau, Lahat, Baturaja di Sumsel, Jambi, Bengkulu, Babel) + 1 Fuel Terminal (S) di Tj. Pandan, 4 Aviation Terminal (Palembang, Sultan Thaha Jambi, Deputi Amk-Bangka, Fatmawati-Bengkulu), dan 2 Annex DPPU (Raden Intan-Lampung, Hannan Syarifuddin-Belitung).

Ada pula mobil tanki BBM 376 unit dengan kapasitas angkut total 6279 KL, total skid tank (SPBE dan petrol) 164 skid tank dengan total kapasitas daya angkut 2621 Metrik Ton. Total bridger avtur 27 unit dengan total daya angkut 448 KL.

Mengenai persiapan Satgas Hari Raya Idul Fitri (RAFI) 2021 dilakuakan dengan meningkatkan stok BBM dan LPG baik di TBBM dan SPBE penyalur, mengoptimalkan tanki dan SPBU kantong, koordinasi dan komunikasi intensif internal Pertamina antardirektorat, meningkatkan setoran bagi penyalur, pemberian kredit dengan top 3 hari, koordinasi dengan pihak bank persepsi agar tetap beroperasi selama libur Lebaran 2021.

Pertamina juga melakukan persiapan layanan khusus di titik belum ada fasilitas layanan BBM dan LPG seperti mobil dispenser unit, BBM kemasan dan motor pengantar kemasan BBM (PDS /motoorist), koordinasi dan komunikasi intensif dengan external terkait, melakukan imbauan dan sosialisasi lewat media sosial, elektronik juga website.

Pande juga menjawab pertanyaan Kepala BPH Migas tentang Pertalite yang stok operasionalnya diperkirakan habis 0,4 hari. Menurut Pande, stok Pertalite saat ini aman karena bisa diolah blending dari Pertamax dan komponen lokal nafta RON 65-70.

"Sedangkan stok Pertamax cukup banyak. Satgas 2021 menilai tahun ini ada kenaikan 13,5 % dibandingkan 2020," ujarnya.

Tonton juga Video: Ekspor Non Migas Maret 2021 Tertinggi Sepanjang Sejarah RI

[Gambas:Video 20detik]



(prf/hns)