Hore! Sumbar Dapat Tambahan Kuota BBM Premium & Solar Bersubsidi

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Jumat, 07 Mei 2021 14:37 WIB
BPH Migas
Foto: dok. BPH Migas
Jakarta -

Pemerintah akan menaikkan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Kenaikan tersebut diberikan merata di 19 Kabupaten/Kota dengan rata-rata kenaikan 40% untuk Premium dan 9% untuk solar bersubsidi.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), Fanshurullah mengatakan penambahan kuota tersebut ditandai dengan SK yang diberikan kepada seluruh Kabupaten/Kota di Sumbar. Tujuannya untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan BBM bersubsidi.

"Ini juga bentuk kepedulian kami menyambut aspirasi dari anggota DPR RI asal Sumbar Pak Andre Rosiade yang mengirimkan surat langsung kepada Pak Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir beberapa waktu lalu. Alhamdulillah, sekarang telah dapat direalisasikan," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/6/2021).

Menurut Fanshurullah, usulan wakil rakyat terkait permintaan kenaikan kuota tersebut akan dicek dan dikoordinasikan, serta dapat dinaikkan 40% Premium dan 9% Solar untuk Kota Bukittinggi.

"Tapi kebijakan Pertamina kita tetap mengikuti komitmen, ada sejumlah SPBU, kalau di Bukittinggi ada 3 SPBU yang tidak menjual Premium. Namun, BPH Migas tetap mengacu kepada aturan yang berlaku," terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menyampaikan pagi ini dirinya didatangi oleh Head BPH Migas dan Sales Area Pertamina Sumbar dalam rangka memberikan kuota tambahan untuk bahan bakar bersubsidi. Dia menilai angka penampahan kuota tersebut luar biasa.

"Diantarkan langsung oleh Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Fanshurullah beserta rombongan dan Sales Area Pertamina Sumbar berikut dengan SK-nya," kata Erman Safar.

Menurut Erman, penambahan kuota BBM saat ini merupakan momen yang tepat mengingat masyarakat sedang mengalami kesulitan.

"Bahkan, disebutkan juga dalam sambutan head BPH Migas, bahwa kedatangan BPH Migas dan Pertamina ke Bukittinggi adalah tindak lanjut dari aspirasi yang sebelumnya telah disampaikan Andre Rosiade. Juga perintah dari Menteri BUMN Erick Thohir," tuturnya.

Diungkapkan Erman, sebelumnya dia telah mendapatkan informasi dari BPH Migas terkait suara Andre Rosiade yang meminta penambahan kuota BBM bersubsidi untuk area Sumbar, termasuk Bukittinggi.

"Kami atas nama Pemko Bukittinggi dan masyarakat mengucapkan terima kasih dan bahagia sekali dengan SK ini. Merupakan hadiah di bulan Ramadhan untuk masyarakat kami, penambahan 40% premium subsidi dan 9 persen solar subsidi," ujarnya.

Dengan adanya SK yang diberikan ini, Erman berharap tak ada lagi antrean panjang di SPBU. Sehingga bisa mengurangi oknum-oknum yang selama ini menikmati premium bersubsidi dengan penjualan tidak resmi seperti Pertamini.

"Karena yang seharusnya warga bisa menikmati Premium subsidi akibat ketersediaan terbatas, jadi tidak bisa. Banyak oknum mengambil keuntungan lebih sehingga stok di SPBU habis, apalagi di Pertamini yang harganya tinggi," katanya.

Erman juga menyampaikan terima kasih kepada Andre Rosiade karena telah memperjuangkan nasib masyarakat Sumbar.

"Mudah-murahan ini bisa membantu meringankan beban masyarakat Kota Bukittinggi dan Sumbar umumnya, khususnya di bidang transportasi," pungkasnya.

Di sisi lain, Andre Rosiade juga berterima kasih kepada BPH Migas dan Pertamina karena telah memberikan tambahan kuota kepada masyarakat Sumbar. Dia mengakui melayangkan surat aspirasi masyarakat terkait kelangkaan BBM di Sumatera Barat kepada Presiden Jokowi. Bahkan, surat itu telah diantar staf Andre dan diterima pihak Istana Kepresidenan.

"Tahun lalu saya sebagai anggota DPR mengirimkan surat kepada Bapak Presiden Jokowi. Untuk menyampaikan aspirasi dari masyarakat bahwa sudah satu minggu ini terjadi kelangkaan BBM khususnya jenis premium solar di Sumbar. Alhamdulillah hari ini terealisasi," kata anggota Fraksi Partai Gerindra ini.

(prf/hns)