Semakin Murah, PLTS Jadi Primadona Bauran Listrik di Indonesia

Content Promotion - detikFinance
Kamis, 27 Mei 2021 16:05 WIB
Utomo SolaRUV
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PLN di Denpasar, Bali yang menggunakan PLTS Atap Utomo SolaRUV (Foto: Dok. Utomo SolaRUV)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat banyak instansi memberlakukan kebijakan work from home. Kebijakan ini secara tak langsung mengurangi polusi udara, serta membuat sel-sel Pembangkit Listrik Energi Surya (PLTS) bekerja lebih efektif dan produktif.

Saat cerah, satu panel berukuran satu meter dapat menghasilkan daya 100 watt/jam. Di Indonesia, durasi memanen cahaya matahari efektif rata-rata adalah 4-5 jam per hari sehingga satu panel dapat menghasilkan daya hingga 500 watt per hari.

Selain sumber energi matahari yang melimpah, beragam pengembangan aplikasi dan teknologi energi surya juga membuat PLTS semakin murah. Hal ini pun mendorong Sungrow Power Supply Co., Ltd (Sungrow), perusahaan penyedia inverter terbesar di dunia, fokus menggarap pasar energi terbarukan surya di Indonesia.

"Dukungan deregulasi pemerintah melalui Permen ESDM yang memungkinkan pelanggan mengirim balik energi yang dihasilkan ke PLN dan kolaborasi adalah kunci dalam mengeskalasi produktivitas tenaga surya untuk kebutuhan konsumsi listrik di Indonesia," ujar Regional Director Sungrow wilayah Asia Tenggara, Lius Xu dalam keterangan tertulis, Kamis (27/5/2021).

Dalam acara seminar dan pelantikan pengurus Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), di Jakarta, Jumat (21/5), disampaikan lebih dari 15 GW merk inverter Sungrow telah dipasang di seluruh dunia per Desember 2020. Sebagai perusahaan dengan pengalaman 22 tahun di bidangnya, Sungrow menyediakan pelayanan berkualitas prima untuk pembangkit listrik PV/solar panel. Produk dan layanan Sungrow pun telah menjangkau 60 negara melalui jaringan partner usahanya, termasuk Jerman, Italia, Australia, Amerika Serikat, dan Jepang.

Utomo SolaRUVAcara seminar dan pelantikan pengurus Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) di Jakarta, Jumat (21/5). (Foto: Istimewa)

Saat ini, Sungrow turut berkontribusi dalam merealisasikan dukungan sistem andal untuk pasar energi surya di Indonesia. Salah satunya melalui kerja sama dengan mitra nasional, yakni PT Utomo Juragan Atap Surya Indonesia atau dikenal melalui brand Utomo SolaRUV.

Utomo SolaRUV merupakan bagian dari Utomodeck Group, yang juga mitra penyedia sistem dan service center Sungrow di Indonesia. Dalam hal ini, Utomo SolaRUV menggarap pangsa pasar industrial, residensial/perumahan dan komersial.

Sementara untuk produk, Utomo SolaRUV memasarkan inverter untuk proyek perumahan, pabrik dan komersial, ESS (Energy Storage System) atau penyimpanan energi untuk proyek Off Grid maupun Power Conversion System (PCS).

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum AESI Periode 2021-2025, Fabby Tumiwa menyampaikan visi AESI dalam menghadirkan 1.000 solar preneur. Dengan demikian, kebutuhan energi nasional konsumen dapat tersedia.

"AESI memiliki visi menciptakan 1.000 solar preneur atau pengusaha di bidang PLTS Atap atau Pembangkit Listrik Surya Atap sehingga calon konsumen di seluruh Indonesia dapat terlayani dengan kualitas yang baik dan sistem yang andal dalam penyediaan kebutuhan energi nasional," katanya.

Terkait hal ini, Utomo SolaRUV akan menyediakan komponen solar panel terbaik dengan harga bersaing. Dengan demikian, ini akan membantu meningkatkan proyek energi terbarukan pemerintah, yang sejalan dengan target ketercapaian bauran Energi Terbarukan (EBT) sebesar 23% di tahun 2025.

Dalam mendorong target tersebut, Utomo SolaRUV juga menjadi salah satu inisiator kampanye Gerakan Nasional Sejuta Atap Surya Atap. Sejak kampanye ini digaungkan, tercatat sebanyak 1.700 PLTS Atap atau sekitar 7.500 kW telah terpasang di Indonesia.

Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebut saat ini pihaknya tengah menyelesaikan beberapa regulasi terkait pengembangan EBT di Indonesia.

"Sebagai upaya mendukung pengembangan EBT di Indonesia, termasuk PLTS, Kementerian ESDM sedang memfinalkan beberapa regulasi, di antaranya Rpres EBT dan Revisi Permen ESDM tentang PLTS Atap," ungkapnya.

Sebagai informasi, kolaborasi Sungrow dan Utomo SolaRUV sejalan dengan visi AESI maupun arahan Arifin. Adapun kolaborasi ini bertujuan menumbuhkan industri energi surya dari hulu sampai hilir sehingga pasar dapat tumbuh signifikan dan memperluas lapangan kerja.

Untuk mengetahui informasi produk Utomo SolaRUV, kunjungi www.solaruv.co.id, atau hubungi +62 819-0116-6000/fatma@solaruv.co.id

(ads/ads)