Terus Menguat, Harga Batu Bara Acuan Juni Tembus US$ 100,33/Ton

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Kamis, 03 Jun 2021 10:14 WIB
Batu Bara
Foto: ESDM
Jakarta -

Pergerakan Harga Batu Bara Acuan (HBA) terus menguat dan melesat ke angka US$ 100,33 per ton pada bulan Juni 2021 atau naik US$ 10,59 per ton dibandingkan bulan Mei 2021, yaitu US$ 89,74 per ton. Harga tersebut merupakan yang tertinggi sejak bulan November 2018, yaitu US$ 97,90 per ton.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan tren kenaikan harga batubara dalam dua bulan terakhir ini utamanya didorong oleh peningkatan permintaan dari China akibat periode musim hujan di negara tersebut, serta semakin tingginya harga domestik batubara setempat.

"Kenaikan permintaan (China) untuk keperluan pembangkit listrik yang melampaui kapasitas pasokan batubara domestik," ujar Agung dalam keterangan tertulis, Kamis (3/6/2021).

Agung menambahkan musim hujan ekstrim, ikut memperketat kapasitas pasokan batu bara China. Faktor ini yang memicu harga batubara global ikut terimbas naik.

Adapun perhitungan nilai HBA sendiri diperoleh dari rata-rata empat indeks harga batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.

Sebagai catatan, nilai HBA sejak tahun 2021 cukup fluktuatif. Dibuka pada level US$ 5,84 per ton di Januari, HBA mengalami kenaikan pada bulan Februari US$ 87,79 per ton, sempat turun di Maret US$ 84,47 per ton. Sementara dalam dua bulan terakhir, HBA mengalami kenaikan, yaitu US$ 86,68 per ton di bulan April dan di bulan Mei sebesar US$ 89,74 per ton.

Sebagai informasi, perubahan HBA diakibatkan juga oleh faktor turunan supply dan faktor turunan demand. Untuk faktor turunan supply dipengaruhi oleh season (cuaca), teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.

Sementara untuk faktor turunan demand dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir dan hidro.

Nilai HBA bulan Juni ini akan dipergunakan pada penentuan harga batu bara pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel) selama sebulan.

(ega/ara)