Investor Ogah Biayai Pembangkit Batu Bara, Proyek 35.000 MW Macet

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 04 Jun 2021 19:00 WIB
GM Unit Induk Pembangun Sumbangteng PT PLN Hendry Setiyabudi, Direktur PT Bukaka Teknik Utama Tbk Saptiastuti Hapsari, Kepala Departemen Operasi Nana Mulyana, dan Wakadiv I PT Waskita Karya Tbk Idrayana menyaksikan uji kelayakan tower transmisi listrik 500 KV 4 Sirkuit di Bojonegara, Cilegon, Banten, Senin (24/10/2016). Bukaka bersama PLN dan Waskita melakukan uji coba fasilitas tower  yang pertama di Asia Tenggara dalam rangka mendukung percepatan program pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW.
Foto: Lamhot Aritonang

Kebijakan 35.000 MW atau tepatnya 35,82 gigawatt (GW) berasal dari 472 unit pembangkit. Dari situ, sebanyak 284 unit atau 10.069 MW telah beroperasi per April 2021.

"Dari 472, sebanyak 284-nya itu atau kurang lebih 10 giga atau 28% dari 35,8 GW sudah beroperasi," katanya.

Kemudian, sebanyak 91 unit dengan kapasitas 17.964 MW (50%) dalam tahap konstruksi. Kemudian, sebanyak 43 unit atau sebanyak 6.228 MW (18%) sudah tanda tangan kontrak tapi belum konstruksi.

Sisanya, sebanyak 25 unit atau 839 MW (2%) tahap pengadaan dan 29 unit atau 724 MW (2%) tahap perencanaan.


(acd/fdl)