Kementerian ESDM Susun Roadmap Pencahayaan Lampu LED

Nadhifa Sarah Amalia - detikFinance
Jumat, 11 Jun 2021 22:13 WIB
ESDM
Foto: ESDM
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyusun Roadmap Pengembangan Pencahayaan Light Emitting Diode (LED). Penyusunan roadmap ini akan dilaksanakan selama tujuh bulan hingga November 2021.

Penyusunan roadmap akan dilakukan oleh dua unit ESDM, yakni Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE) dan Direktorat Konservasi Energi tengah melaksanakan kegiatan Advancing Indonesia's Lighting Market to High Efficient Technologies (ADLIGHT).

Kegiatan ini merupakan kerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Environment Programme (UNEP).

Penyusunan roadmap ini akan dilaksanakan selama tujuh bulan hingga November 2021. Rangkaian kegiatan di antaranya, survey ke industri LED dalam negeri, focus group discussions (FGD) dengan industri, kementerian, dan lembaga pembuat kebijakan, pembuatan model sistem dinamik, penyusunan konsep roadmap dan diakhiri dengan workshop dan diseminasi.

Survei dilakukan selama satu bulan hingga awal Juli 2021 melalui kuesioner online, wawancara dan kunjungan ke pabrik. Lokasi 41 industri yang disurvei tersebar di tujuh provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Batam.

Kepala P3TKEBTKE, Haryanto menyampaikan roadmap akan memotret kondisi industri lampu LED dalam negeri. Roadmap tersebut diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan lampu LED dan mendorong peningkatan efisiensi energi di pencahayaan.

"Tim pelaksana P3TKEBTKE akan mengamati dari sisi produksi teknologi, jumlah dan tipe LED yang ada di pasaran, kondisi pasar, tantangan yang dihadapi dengan target akhir berupa rekomendasi intervensi kebijakan," ungkap Haryanto, dalam keterangan tertulis, Jumat (11/6/2021).

Hal tersebut ia ungkapkan saat melepas tim melakukan survei perdana ke pabrik LED di Tangerang, Rabu (8/6).

Proyek ADLIGHT dirancang untuk mendorong peningkatan penerapan teknologi lampu efisiensi tinggi melalui transformasi pasar nasional, sehingga dapat mengurangi konsumsi listrik dan emisi gas rumah kaca (GRK). Tujuan tersebut dapat dicapai melalui penguatan industri lampu dalam negeri agar mampu memproduksi lampu hemat energi berkualitas tinggi dan mendorong pertumbuhan industri EEL (Energy Efficient Lighting) dalam negeri. Pada tahun 2019, pasar lampu LED berkembang pesat dengan penjualan lebih dari 343 juta unit dan diprediksi akan terus meningkat menjadi satu miliar unit di 2030. Sayangnya, lebih dari 110 juta unit penjualan atau sekitar 30 persen masih berasal dari import.

Bila dibandingkan compacted fluorescent lamp (CFL) atau lampu swa-balast, lampu LED mempunyai beberapa kelebihan yaitu efisiensi, usia, color rendering yang lebih baik, serta tidak mengandung zat merkuri yang berbahaya. Efisiensi lampu LED juga lebih tinggi 25% hingga 75% dan ketahanan pencahayaan lebih baik, walau telah digunakan 4.000 jam. Oleh karena itu, penggunaan LED akan mengurangi meningkatkan efisiensi energi, menghemat tagihan listrik, dan mengurangi emisi di sektor ketenagalistrikan.

(ega/hns)