Sepak Terjang Doni Monardo yang Bikin Erick Thohir Kepincut

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Sabtu, 12 Jun 2021 07:30 WIB
Erick Thohir-Doni Monardo Salam Siku
Foto: Azizah/detikcom: Erick Thohir dan Doni Monardo

Dikutip detikcom, dari Inalum Annual Report 2019, Jumat (11/6/2021), penentuan remunerasi alias gaji dewan komisaris sendiri ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri BUMN No. PER-02/MBU/06/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri BUMN No.PER-04/ MBU/2014 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas BUMN.

Gaji anggota komisaris ditetapkan sesuai dengan besaran gaji direktur utama per bulannya. Komposisi gaji komisaris utama adalah 45% dari gaji direktur utama, dan gaji anggota komisaris lainnya sebesar 90% dari gaji komisaris utama.

Dalam laporan itu gaji direktur utama Inalum sebesar Rp 325 juta per bulan. Bila mengacu hitungan komposisi di atas, maka gaji komisaris utama sebesar Rp 146,25 juta per bulan.

Jumlah itu belum termasuk tunjangan bulanan berupa tunjangan transportasi sebesar 20% dari total gaji bulanan atau sekitar Rp 29,25 juta. Maka total gaji komisaris utama sebanyak Rp 175,5 juta per bulan.

Itu baru per bulan, setiap tahun komisaris utama mendapatkan tunjangan hari raya sebesar satu kali gaji. Maka bila dihitung-hitung totalnya satu tahun komisaris utama Inalum bisa mendapatkan gaji sebesar Rp 2,25 miliar.

Jumlah itu masih kemungkinan bertambah dengan nilai tantiem, tantiem adalah bonus kepada karyawan bila perusahaan berhasil memperoleh laba bersih. Di tahun 2019 saja, tantiem tahun buku 2018 untuk komisaris utama Inalum senilai Rp 4,12 miliar.

Jadi berdasarkan laporan perusahaan di tahun 2019, Doni Monardo bisa mendapatkan Rp 2,25 miliar per tahun bersih dari gaji dan tunjangannya saja, atau totalnya Rp 6,37 miliar per tahun dengan tantiem.


(hal/hns)