Laba Pertamina International Shipping Naik hingga 146%!

Nadhifa Sarah Amalia - detikFinance
Senin, 14 Jun 2021 14:44 WIB
kapal tanker pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Di tengah pandemi COVID-19 PT Pertamina International Shipping yang telah menjadi subholding shipping berhasil mencatat kinerja positif. Tingkat rasio kesehatan perusahaan mencapai skor 92,46 dan masuk dalam kategori sehat (AA).

Hal tersebut diketahui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk kinerja tahun buku 2020. Diketahui, perusahaan ini berhasil meraih pendapatan usaha sebesar US$ 598.86 juta atau melonjak 121% dibandingkan perolehan yang sama di tahun sebelumnya sebesar US$ 493.97 juta.

Kenaikan tersebut, berhasil mendongkrak laba usaha perusahaan yang meningkat hingga 146% dari US$ 67.62 juta di 2019, menjadi US$ 98.83 juta di 2020.


Di sisi lain, Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) dari Pertamina International Shipping meningkat 206% dari US$ 80.16 juta di 2019, menjadi US$ 164.77 juta. Alhasil, kondisi tersebut membuat laba tahun berjalan juga ikut melonjak 126% dari US$ 66.58 juta di 2019 menjadi US$ 83.70 juta di 2020.

"Realisasi Laba Bersih Audited Perusahaan pada tahun 2020 meningkat utamanya disebabkan oleh usaha optimasi operasi yang dilakukan. Kenaikan beban operasi berbanding lurus dengan kenaikan pendapatan secara proporsional," ungkap Direktur Keuangan Pertamina International Shipping, Diah Kurniawati, dalam keterangan tertulis, Senin (14/6/2021).

Adapun kenaikan Beban Umum & Administrasi dipengaruhi oleh meningkatnya biaya terkait human capital, seiring dengan perluasan struktur organisasi dan biaya konsultansi untuk proses restrukturisasi.

Kenaikan laba bersih tersebut juga membuat posisi ekuitas perusahaan ikut terdongkrak dari US$ 263.65 juta di 2019 menjadi US$ 347.33 juta di 2020. Sementara untuk aset di tahun lalu tercapai US$ 548.36 juta atau naik dari tahun sebelumnya sebesar US$ 419.06 juta.

Disisi lain total liabilitas perusahaan untuk 2020 tercatat mencapai US$ 201.02 juta atau meningkat dari 2019 yang tercatat sebesar US$ 155.40 juta. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya utang usaha seiring dengan meningkatnya beban operasi.

Dari aspek aset perusahaan, Total Aset Audited 2020 meningkat disebabkan oleh adanya penambahan Asset Under Construction (2 VLCC New Building). Selain itu, kenaikan aset juga dipengaruhi oleh meningkatnya Kas dan Setara Kas dan pencatatan Aset Hak Guna sebagai salah satu dampak penerapan PSAK 73.

(prf/hns)