Diskon Listrik Habis Bulan Ini, Siap-siap Tagihan Juli Naik

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 21 Jun 2021 16:11 WIB
Menarik Pelajaran dari Tagihan Listrik Membengkak Hingga Rp68
Foto: detik
Jakarta -

Pemerintah telah menetapkan untuk memberhentikan pemberian diskon tagihan listrik untuk golongan 450 VA dan 900 VA bersubsidi. Bantuan diskon yang diberikan pemerintah itu akan berakhir mulai Juli mendatang.

Sebelumnya diskon listrik sudah diberikan sejak April 2020 untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi virus Corona (COVID-19). Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri yang langsung mengumumkan pembebasan kewajiban pembayaran tarif listrik.

Jokowi mengatakan bahwa pemerintah menetapkan pelanggan listrik di golongan 450 VA akan digratiskan. Jumlah pelanggan listrik ini diperkirakan mencapai 24 juta pelanggan. Pembebasan tarif listrik untuk golongan pelanggan 450 VA itu hanya berlaku untuk periode April, Mei, dan Juni 2020.

Namun saat ini, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan bahwa pemerintah telah memberikan bantuan dari tahun lalu dan besaran diskonnya kemudian mengalami penurunan. Dia mengatakan, bantuan ini berakhir usai kuartal II atau terakhir diperpanjang sampai Juni 2021.

"Telah diputuskan tahun ini bertahap triwulan I diberikan sesuai yang diberikan tahun 2020. Kemudian triwulan II diberikan hanya 50%, dan triwulan berikutnya menjadi tidak sama sekali," katanya dalam konferensi pers, Jumat (4/6/2021).

Dia mengatakan, keputusan untuk menyudahi diskon listrik ini merupakan keputusan bersekala nasional. Artinya pemerintah tidak akan memberikan bantuan subsidi biaya listrik lagi untuk seluruh kawasan di Indonesia pada Juli mendatang.

"Seperti itu keputusan secara nasional, tidak di kita itunya keputusannya, tapi memang keputusan umum. Maksud saya juga itu menyangkut juga bansos yang lain, dan mudah-mudahan bisa dikomunikasikan dengan baik masyarakat luas," terangnya.

Dia kembali menegaskan bahwa stimulus atau diskon listrik ini tidak diperpanjang. Artinya, pelanggan yang memenuhi kriteria tak lagi menerima bantuan tersebut.

"Jadi tidak lagi dibantu negara," katanya.

(eds/eds)