Konversi BBM ke BBG Diteken, Nelayan & Petani Dapat 56.000 Paket Konkit

Khoirul Anam - detikFinance
Selasa, 22 Jun 2021 11:44 WIB
Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan dan Petani
Foto: Kementerian ESDM
Jakarta -

Program Konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) kembali dijalankan yang ditandai dari Penandatanganan Surat Pekerjaan Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran dan Petani Sasaran Tahun Anggaran 2021.

Penandatanganan perjanjian yang bertempat di Auditorium Migas, Gedung Ibnu Sutowo, Senin (21/6), ini dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran dan Petani Sasaran, serta perwakilan PT Pertamina (Persero).

Penandatanganan disaksikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji, Sesditjen Migas selaku Kuasa Pengguna Anggaran Satker Ditjen Migas Alimudddin Baso, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Noor Arifin Muhammad, dan Direktur Pemasaran Regional Pertamina Jumali.

Dalam program ini akan dibagikan 56.000 unit paket konversi, terdiri dari 28.000 unit untuk nelayan dan 28.000 unit untuk petani. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji mengungkapkan, pihaknya meminta Pertamina membantu mensukseskan program tersebut. Dia juga mengharapkan bantuan tersebut dapat tersalurkan tepat sasaran sesuai kriteria yang telah ditetapkan.

"Pelaksanaannya tidak ada pungutan apa pun, sehingga apabila ada yang mengatasnamakan pimpinan Kementerian ESDM agar tidak dilayani serta bagi Para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar tetap menjaga integritas," tegas Tutuka dalam keterangan tertulis, Selasa (22/6/2021).

Diketahui, sebanyak 28.000 unit akan dibagikan ke 54 kabupaten/kota. Sementara itu, sebanyak 56.000 unit paket konversi dibagikan ke 50 kabupaten/kota.

Program konversi tersebut telah dilaksanakan Ditjen Migas dari Kementerian ESDM sejak tahun 2016 dan hingga saat ini total telah terkonversi sebanyak 85.859 unit. Sedangkan Konversi BBM ke BBG untuk Petani Sasaran telah dilaksanakan sejak tahun 2019 dan telah terkonversi sebanyak 11.000 unit.

Adapun Pertamina ditugaskan melaksanakan kegiatan tersebut sesuai dengan kriteria dan ketentuan yang berlaku dalam Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Penangkap Ikan Bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air bagi Petani Sasaran.

Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina (Persero) Jumali, menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung kegiatan tersebut.

"Minta doanya semoga kegiatan ini berjalan dengan baik, meskipun tiap periode punya tantangan sendiri-sendiri, baik itu konversi untuk nelayan maupun petani. Kami berkomitmen melaksanakan tugas ini demi bangsa dan negara," katanya dalam kesempatan yang sama.

Jumali menyebut, Pertamina menargetkan akan menyelesaikan pendistribusian paket konversi ini pada akhir November 2021, dengan tujuan untuk mempermudah proses administrasi.

Sebagai informasi, program konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran dan Petani Sasaran adalah salah satu program yang mendukung diversifikasi energi. Pemilihan LPG sebagai energi alternatif yang dapat digunakan oleh nelayan dan petani karena sudah dikenal di masyarakat, kinerja mesin penggerak atau mesin pompa air yang menggunakan LPG relatif sama untuk motor berdaya rendah, serta ramah lingkungan.

Program ini juga bermakna kemudahan akses energi karena nelayan dan petani diberikan pilihan terhadap energi yang akan digunakan. Perekonomian nelayan dan petani juga terdampak karena dapat mengurangi biaya operasional sampai dengan 30%-50% dibandingkan dengan penggunaan BBM.

(mul/ara)