HoA PGN & PIS Diproyeksi Tingkatkan Pemanfaatan LNG hingga 270 BBTUD

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 25 Jun 2021 19:17 WIB
Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan pengecekan rutin instalasi di PT Ubin Keramik Kemenangan Jaya Bogor, Jawa Barat. PGN telah mengoperasikan infrastruktur pipa gas bumi sepanjang 7.453 km atau setara 80% pipa gas bumi hilir di seluruh Indonesia.
Foto: dok. PGN
Jakarta -

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Pertamina International Shipping (PIS) melakukan kerja sama dalam meningkatkan utilisasi Liquefied Natural Gas (LNG) domestik. Kerja sama ini diproyeksikan akan meningkatkan pemanfaatan volume LNG hingga 270 BBTUD.

Sinergi dua perusahaan Pertamina Group tersebut ditandai dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) kerja sama mengenai penyediaan LNG carrier dan fasilitas bunkering LNG oleh Direktur Utama PGN, M. Haryo Yunianto dan Direktur Utama PIS, Erry Widiastono disaksikan Direktur Utama Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, hari ini.

Kerja sama ini mencakup dua hal, pertama penyediaan LNG carrier (kapal LNG) oleh PIS dan sarana pendukungnya untuk memenuhi kebutuhan proyek serta kegiatan trading LNG PGN. Kedua, penyediaan LNG dan fasilitas bunkering oleh PGN guna konversi kapal-kapal PIS yang menggunakan BBM menjadi bahan bakar berbasis LNG. Pilot project ditargetkan pada 5 (lima) kapal support vessel (new built) milik PIS.

Direktur Utama Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menyampaikan kolaborasi ini tidak saja berimplikasi secara bisnis, namun juga sebagai wujud penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di Pertamina group untuk mengurangi emisi karbon (dekarbonisasi).

Lalu kerja sama internal ini menjadi captive market dan akan membawa hal positif bagi PGN dan PIS serta akan berlanjut ke subholding lainnya. Hal ini akan memperkuat peran kedua subholding dalam persaingan pasar eksternal.

"Sinergi diperlukan karena ke depan, PGN akan berperan penting dalam transisi energi di Indonesia khususnya dalam green energi yang memerlukan resources sangat besar dan tidak bisa dikerjakan sendiri. Bagi PIS, penyediaan LNG dan fasilitas LNG bunkering untuk mendukung PIS dalam mengoperasikan eco-green vessel yang sejalan dengan penerapan global standar IMO 2020," ungkap Nicke dalam keterangan tertulis, Jumat (25/6/2021).

Lebih lanjut Nicke menyebut kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan tidak menghambat PGN untuk membangun pipa ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya Indonesia bagian Tengah dan bagian Timur dengan skema virtual pipeline.

"Virtual pipeline yang akan disinergikan dengan LNG vessel milik PIS ini sama halnya dengan transmission gas pipeline, yang akan menghasilkan captive market sehingga PGN dapat mengembangkan bisnis distribusi gas di seluruh pulau-pulau di Indonesia," jelas Nicke.

Pada saat penandatangan HoA, Direktur Utama PGN, M. Haryo Yunianto menjelaskan ketersediaan LNG Carrier akan mendukung kegiatan LNG trading PGN di domestik dan regional Asia. Sinergi dengan PIS bermanfaat dalam roadmap perencanaan bisnis LNG ke depan.

"Selain untuk keandalan energi dan manfaat keekonomian, trading LNG yang masif juga menjadi upaya menuju transisi energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan," ujar Haryo.

Senada dengan itu, Direktur Utama PIS, Erry Widiastono menuturkan PIS mencermati proyek-proyek PGN ke depan seperti Kepmen-13, Teluk Lamong, FSRU di beberapa lokasi, serta Trading PGN. Menurutnya, terdapat kebutuhan akan transportasi, storage, dan regasifikasi di laut dan sungai.

"Dan kebutuhan tersebut dapat dipenuhi PIS yang memiliki proses bisnis sebagai Sub Holding Shipping dan Integrated Marine Logistic Company," ungkap Erry Widiastono.

Sebagaimana diketahui, saat ini PIS mengelola dan mengoperasikan lebih dari 750 kapal yang terdiri dari kapal milik dan sewa. Sebelumnya, pada Juni 2021 PGN dan PIS juga telah menandatangani HoA dalam proyek infrastruktur LNG terintegrasi untuk pengembangan bisnis RU IV Cilacap dengan menggunakan satu unit LNG Carrier untuk dioperasikan selama 20 tahun.

(ncm/hns)