Terpopuler Sepekan

Mau Buka Usaha SPBU? Siapkan Modal Segini

Siti Fatimah - detikFinance
Sabtu, 26 Jun 2021 14:45 WIB
BP AKR Fuels Retail mengumumkan bahwa empat SPBU pertama mereka di Indonesia kini telah dibuka. Begini kondisi SPBU milik BP AKR Fuels Retail.
Ilustrasi/Foto: BP AKR Fuels Ritel
Jakarta -

Kini masyarakat dapat membuka usaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Peluang bekerja sama tersebut dibuka oleh PT Aneka Petroindo Raya (APR), usaha patungan BP dan AKR.

Jika berminat membuka usaha SPBU ini bisa dengan menyiapkan lahan dan dana sekitar Rp 500 juta. Benny Oktaviano selaku Head of Network Planning and Acquisition BP-AKR mengungkapkan, terdapat dua konsep kerjasama yang akan ditawarkan dengan mitra.

"Kita membangun adanya dua konsep, ada konsep SPBU reguler seperti yang sekarang kita lihat. Ada konsep SPBU yang kemudian menggunakan konsep fuel container," ujarnya, Rabu (23/6/2021).

Lebih lanjut, pada konsep reguler mitra disyaratkan memiliki lahan kurang lebih 1.500 meter persegi dengan lebar depan minimum 30 meter. Sedangkan, SPBU compact dibutuhkan lahan minimal 1.000 m2 dengan lebar depan 20 hingga 25 meter.

"Kemudian untuk SPBU compact side itu kita menyebut SPBU yang menggunakan dua kontainer, kita akan menggunakan dua kontainer kita butuh lahan minimum sekitar 1.000 m2 dengan lebar depan sekitar 20-25 meter," jelasnya.

Dia menjelaskan, bentuk kerja sama yang dilakukan yaitu pihaknya akan memberikan penyediaan perencanaan kepada mitra. Perencanaan ini meliputi gambaran aspek ekonomi lahan tesebut untuk dijadikan SPBU.

Pihaknya juga akan membantu dari sisi peralatan, perencanaan, perizinan (permit), hingga membantu mitra dalam menyiapkan staf. "Si mitra ini juga akan kita bridging dengan sejumlah lokal partner yang sudah kita punya, untuk bisa kolaborasi dengan si mitra ini," tuturnya.

"Sebagai summary, konsepnya adalah kita menyiapkan perencanaan, kita membantu menyiapkan desainnya, kita membantu menyiapkan peralatan equipment-nya, kemudian kita membantu bagian permit-nya. Tentu tetap ada portion yang mereka lakukan, mostly pada saat menyiapkan agar bisa kita siapkan untuk pembangunan SPBU itu," ujarnya.

Perihal biaya yang dikeluarkan oleh mitra tergantung dengan kondisi kesiapan lahan. Semakin lahan siap, semakin minim dana yang dikeluarkan.

"Kalau lahannya sudah datar, sudah selevel dengan jalan, pada dasarnya tinggal perlu pekerjaan civil tentunya ongkosnya tidak begitu signifikan. Estimasi kita harusnya bisa di bawah Rp 500 jutaan," ujarnya.

Dia menambahkan, dalam kerja sama ini si mitra tidak perlu membeli BBM untuk kebutuhan SPBU. Nantinya, BP-AKR yang akan menyalurkan bahan bakar tersebut.

"Jadi si mitra ini tidak perlu membeli produk tapi secara reguler dan by sistem yang kita punya akan menyuplai fuel secara langsung ke SPBU tersebut dan kemudian mereka nantinya akan langsung menjual ke market. Jadi mereka tidak perlu membeli produk dari kita dengan konsep konsinyasi," tutupnya.

(eds/eds)