Dokumen Kartu Kredit Pertamina Rp 420 M Bocor, Ahok Buka Suara

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 29 Jun 2021 17:12 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Limit kartu kredit para petinggi PT Pertamina (Persero) sempat menghebohkan publik beberapa waktu lalu. Terutama, sejak Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkap dirinya mendapat kartu kredit dengan limit mencapai Rp 30 miliar.

Ahok sendiri ingin menghapus fasilitas kartu kredit tersebut. Tak lama, niat Ahok menghapus fasilitas kartu kredit itu terlaksana. Kebijakan itu tertuang dalam surat No. 204/H00000/2021-S4 tanggal 15 Juni 2021 yang ditandatangani Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini.

Belum lama geger kartu kredit Ahok, kini beredar dokumen soal kartu kredit Pertamina. Dari dokumen yang diterima detikcom, tertulis 'super group credit limit' mencapai Rp 420 miliar.

Saat dimintai konfirmasi perihal tersebut, Ahok mulanya meminta agar hal tersebut dimintakan konfirmasi kepada Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

"Nanya ke Dirut aja," katanya kepada detikcom lewat pesan singkat, Selasa (29/6/2021).

Foto dokumen super group credit limit PertaminaFoto dokumen super group credit limit Pertamina Foto: Dok. Istimewa

Saat ditanya apakah komisaris pernah mendapat laporan tersebut, Ahok mengatakan, justru ia meminta laporan tersebut.

"Justru kami minta. Nanti jika dibuka bisa pada kaget," katanya.

Ahok menuturkan, selama ini dirinya hanya mendapat kartu kredit. Dia juga menuturkan, saat ini fasilitas kartu kredit untuk para petinggi Pertamina telah ditarik.

"Iya dan udah dapat sekarang setelah jadi rame di media," ujarnya.

(acd/eds)