Andre Rosiade Puji Erick & Dirut Pertamina soal Fortune Global 500

Mega Putra Ratya - detikFinance
Selasa, 03 Agu 2021 16:01 WIB
Anggota Komisi VI DPR Fraksi Gerindra Andre Rosiade
Foto: Andre Rosiade
Jakarta -

Perusahaan BUMN, PT Pertamina berhasil menembus peringkat 287 di daftar 500 perusahaan terbesar dunia versi Fortune Global 500. Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade secara khusus memberikan apresiasi kepada Menteri BUMN Erick Thohir dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati. Andre menilai itu sebuah bukti kerja nyata.

"Sebagai mitra dari Kementerian BUMN dan perusahaan-perusahaan BUMN, kami selaku anggota Komisi VI memberikan apresiasi kepada Menteri BUMN Erick Thohir dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati atas keberhasilan Pertamina menembus peringkat 287 di daftar Fortune Global 500," ujar Andre kepada wartawan, Selasa (3/9/2021).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat ini menilai capaian Pertamina tersebut memberikan bukti bahwa perusahaan itu melakukan kerja nyata dalam pembenahan organisasi. Salah satu perubahannya adalah menerapkan core value perusahaan yang adaptif, kolaboratif, amanah, kompeten dan loyal.

Menurut Andre, anggapan-anggapan mengenai isu pemborosan yang kerap berhembus dalam beberapa waktu terakhir, terbantahkan.

"Ini bukti kerja nyata Pak Erick dan Bu Nicke serta jajaran di Pertamina. Jika selama ini ada pihak yang menghembuskan isu-isu tak jelas seperti tuduhan pemborosan atau tidak transparan, maka dengan adanya capaian ini, isu itu terbantahkan dengan sendirinya," kata Andre.

Andre juga sepakat dengan apa yang disampaikan Erick agar Pertamina tak boleh berpuas diri dengan capaian ini. Target ke depannya, perusahaan ini harus bisa mencapai 50 besar di daftar Fortune Global.

"Saya yakin dengan kemampuan yang dimiliki Pertamina saat ini. Apalagi terbukti tidak goyah meski ada terpaan pandemi dan terbukti mampu memberikan peran signifikan dalam sektor kesehatan masyarakat seperti penyediaan rumah sakit dan oksigen. Saya percaya Pertamina bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan dunia lainnya," pungkas Andre.

(mpr/hns)