RI Punya PLTS Terbesar di Asia Tenggara, Apa Manfaatnya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 03 Agu 2021 17:53 WIB
PLTS Daruba bekerja secara hybrida bersama Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Daruba yang memiliki 7 unit mesin : 2 unit sdh tidak beroperasi dan 5 Unit mesin dengan daya mampu 1680 kW. Pada siang hari Rata-rata PLTS Daruba mampu memproduksi listrik sebesar 200 kWp dan akan disalurkan 120 kWp ke jaringan dan 80 kWp disimpan pada ACCU/battere untuk digunakan membantu saat beban puncak pada pukul 18:00 s/d 22:00. Istimewa/Humas PLN.
Foto: Istimewa/Humas PLN
Jakarta -

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata akan menjadi PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara. Proyek yang ditargetkan beroperasi November 2022 nanti ini memiliki kapasitas 145 MWac.

Proyek ini pun bakal memberikan kontribusi pada pembangkit energi baru terbarukan. Seberapa besar?

Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini mengatakan, hingga semester I 2021 total kapasitas pembangkit yang beroperasi 63 giga watt (GW) dengan porsi energi baru terbarukan sebanyak 7,9 GW. Dia bilang, bauran energi baru terbarukan adalah 13%.

Zulkifli mengatakan, PLTS Terapung Cirata ini akan berkontribusi sebanyak 0,2% pada energi baru terbarukan.

"Tentunya project PLTS Terapung Cirata ini akan memberikan kontribusi EBT dalam hal ini sekitar 0,2%," katanya dalam konferensi pers, Selasa (3/8/2021).

Zulkifli mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk mendukung pemerintah mencapai bauran energi baru terbarukan sebesar 23% di tahun 2025. PLN pun ke depan akan terus mengembangkan pembangkit energi terbarukan seperti hidro, panas bumi dan lainnya.

"Kami juga berharap PLTS Terapung Cirata ini akan menjadi pemicu dalam pengembangan EBT khususnya PLTS dengan tarif yang semakin kompetitif," katanya.

(acd/fdl)