Pertamina Mulai Kelola Blok Rokan dari Chevron 9 Agustus

Khoirul Anam - detikFinance
Rabu, 04 Agu 2021 23:06 WIB
Blok Rokan
Ilustrasi/Foto: Nadia Permatasari/Infografis
Jakarta -

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Jaffee Arizon Suardin, menyampaikan kepada Gubernur Riau, Syamsuar, mengenai kesiapan PHR untuk alih kelola operasional Blok Rokan. Jaffee mengatakan bahwa sejumlah persiapan transisi sudah dilakukan, termasuk terkait pekerja PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang menjadi pekerja PHR.

Diketahui, pertemuan antara Jaffee dan Syamsuar berlangsung di kediaman Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (2/8). Dalam pertemuan itu, Syamsuar didampingi oleh Kepala Dinas ESDM Riau, Indra Agus Lukman, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau, Mamun Murod.

"Sebanyak 2.691 pekerja CPI telah setuju untuk bergabung dengan PHR. Jadi nanti operasional Blok Rokan akan dikerjakan oleh tim lama juga. Kemudian untuk kontrak kerja kami juga sudah lakukan mirroring dengan CPI dan sudah mencapai 100 persen," kata Jaffee dalam keterangannya, Rabu (4/8/2021).

Jaffee juga menyampaikan terkait rencana seremoni alih kelola Blok Rokan dari CPI ke PHR yang akan dilakukan pada pergantian hari, dari 8 ke 9 Agustus. Kegiatan tersebut akan dilakukan secara daring dengan mengundang Forkopimda Provinsi Riau dan sebanyak tujuh kepala daerah wilayah kerja Blok Rokan.

"Persiapan untuk seremoni sudah dilakukan baik oleh SKK Migas, CPI, maupun PHR, sembari kami juga memastikan proses alih kelola nanti bisa berlangsung mulus dan semua pekerjaan di Blok Rokan bisa berjalan dengan lancar," kata Jaffee.

Adapun Syamsuar mengapresiasi kehadiran Jeffee. Ia berharap proses alih kelola Blok Rokan dari CPI ke PHR bisa berjalan dengan mulus.

"Selamat kepada PHR. Harapan kami semoga alih kelola ini berjalan dengan lancar, pekerjaan di Blok Rokan terus berlangsung, dan produksinya juga terus meningkat," kata Syamsuar.

Ia juga berharap, kehadiran PHR di Blok Rokan bisa berdampak baik baik masyarakat Riau.

"Kami juga sudah menyiapkan BUMD untuk berpartisipasi dalam pengelolaan participating interest (PI) ini, yang tentunya kita harapkan bisa berimbas baik untuk pembangunan di Riau dan kesejahteraan masyarakat Riau," kata dia.

Sebagai informasi, PHR akan mengambil alih pengelolaan Blok Rokan mulai 9 Agustus setelah sebelumnya dikelola CPI. Blok Rokan yang memiliki luas 6.453 km2 ini tercatat menghasilkan sekitar 165.000 barel minyak per hari atau sekira 24% produksi minyak nasional.

Sementara itu, untuk meningkatkan produksi pasca alih kelola, PHR menargetkan pengeboran sebanyak 161 sumur baru pada periode Agustus-Desember 2021.

(prf/hns)