Resmi Ambil Alih Blok Rokan, Pertamina Langsung Ngebor

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 12 Agu 2021 15:03 WIB
Blok Rokan
Foto: dok. Pertamina
Jakarta -

Pertamina melalui Pertamina Hulu Rokan (PHR) meneruskan program pemboran di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Lapangan migas Rokan sendiri baru saja dialih kelola setelah 97 tahun dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).

Sumur perdana yang dibor di Wilayah Kerja (WK) Rokan oleh Pertamina adalah Sumur Bangko P03reg 5. Pengeboran dilakukan Selasa 10 Agustus kemarin, sehari setelah alih kelola dilakukan pada 9 Agustus.

"SKK Migas bersyukur dan mengapresiasi komitmen PHR paska alih kelola WK Rokan, sehingga kegiatan yang telah direncanakan dapat direalisasi tepat waktu, yaitu Selasa 10 Agustus," kata Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno dalam keterangannya, dikutip Kamis (12/8/2021).

Sumur Bangko P03reg 5 dibor menggunakan Rig BN-18 berkapasitas 550 Horse Power (HP), dengan target kedalaman trajectory lubang sedalam 2150 feet.

"Sumur ini ditargetkan untuk memproduksikan minyak, dengan desain tiga rangkaian casing 13-3/8 inch, 9-5/8 inch, dan 7 inch. Pengerjaannya sendiri kami estimasi berjalan 10 hari sampai ke fase komplesi sumur," jelas Julius.

Sesuai hasil revisi Work, Program, and Budget (WP&B) 2021, PHR akan melakukan pemboran untuk 141 sumur pada tahun 2021. Komitmen jumlah pemboran baru ini merupakan perubahan dari rencana awal PT PHR yang hanya mengebor 84 sumur pada tahun 2021.

PHR juga akan melakukan program-program CPI yang belum sempat direalisasi karena kendala di lapangan menjelang akhir alih kelola. Pertamina juga akan menambah 2 (dua) buah rig, sehingga seluruh yang digunakan pada tahun 2021 sebanyak 18 buah rig.

"Pada saat alih kelola, PHR berkomitmen mengebor 141 sumur pada tahun 2021. Semoga semua komitmen dapat dilaksanakan, minimal sama dengan komitmen yang telah disampaikan dalam WP&B," tambah Julius.

Julius juga mengatakan SKK Migas bersama PHR telah melakukan beberapa upaya seperti mengawal persetujuan AMDAL untuk Lapangan Bekasap, mempercepat proses pengadaan rig dan jasa pemboran berkelanjutan dari CPI ke PHR, dan proses transfer material pengeboran dengan sistem mirroring contract.

Saat ini, SKK Migas dan PHR juga mulai merincikan rencana kegiatan yang akan dilakukan pada tahun 2022, antara lain melakukan kegiatan permboran sebanyak 500 sumur.

"Kami berharap upaya-upaya yang sedang dilakukan oleh SKK Migas bersama PHR mendapatkan dukungan penuh dari para pemangku kepentingan. WK Rokan tetap menjadi salah satu WK terbesar di Indonesia yang menjadi andalan dalam memenuhi target produksi 1 juta BOPD dan 12 BSCFD pada tahun 2030 mendatang," kata Julius.

(hal/zlf)