Lebanon Lumpuh karena BBM Langka, Warga Nekat Cegat Mobil Tangki

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 14 Agu 2021 10:30 WIB
FILE- In this June 27, 2021 file photo, motorcycle drivers wait to get fuel at a gas station in a southern suburb of Beirut, Lebanon. A brawl at a gas station in northern Lebanon over scarce fuel supplies descended into deadly violence on Monday, Aug. 9, 2021, turning into a fight with knives and guns that killed one man, the countrys news agency said. (AP Photo/Hassan Ammar, File)
Foto: AP Photo/Hassan Ammar, File
Jakarta -

Krisis ekonomi Lebanon nampaknya semakin buruk. Pasalnya negara itu mulai kekurangan bahan bakar minyak (BBM) hingga banyak fasilitas umum dari stasiun hingga toko yang terpaksa tutup karena pemadaman listrik.

Fasilitas umum terpaksa tutup karena kekurangan BBM untuk mesin diesel yang digunakan untuk menyalakan listrik. Kelangkaan BBM menjadi krisis lanjutan bagi Lebanon yang tengah mengalami krisis keuangan hingga mengakibatkan banyak warganya jatuh miskin.

Menurut pimpinan Asosiasi Perusahaan Pengimpor Minyak di Lebanon, Georges Fayyad perusahaan minyak tidak dapat mengirim bensin atau solar karena bingung menentukan harga bahan bakarnya. Sebab negara belum menetapkan harga jualnya.

"Bank sentral mengatakan bahwa mereka akan mengadopsi nilai tukar pasar gelap yakni 20.000 pound Lebanon ke dolar. Sementara Kementerian Energi masih mengadopsi tingkat 3.900 pound Lebanon terhadap dolar," ujar dia dikutip dari Arab News, Sabtu (14/8/2021).

Menurut anggota Sindikat Pemilik SPBU George Brax, otoritas keuangan dan negara yang belum sejalan mengakibatkan perusahaan minyak hingga tempat distribusi bahan bakar kebingungan. Dampaknya membuat masyarakat menderita.

"Tarik-menarik antara otoritas yang berkuasa dan bank sentral membuat masyarakat, pemilik SPBU, dan seluruh sektor bahan bakar terikat. Warga menderita akibatnya," jelasnya.

Demi mendapatkan bahan bakar, warga memberontak. Seperti kelompok-kelompok pemuda di selatan dan utara mencegat tangki diesel dan menyita kargo. Selain itu juga ada perkelahian memperebutkan bahan bakar di pom bensin Damour, keributan itu pun berujung penembakan.

Jumat kemarin, pemerintah Lebanon yakni Presiden Lebanon Michel Aoun bertemu dengan Patriark Maronite Mar Bechara Boutros Al-Rahi. Pertemuan itu disebut membahas pembentukan pemerintahan baru bagi Lebanon.

(ara/ara)