Go Global, Ini Sederet Kinerja Bisnis Pertamina di Mancanegara

Inkana Putri - detikFinance
Rabu, 18 Agu 2021 10:10 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Pertamina telah mengembangkan bisnisnya ke mancanegara dan mendorong anak usahanya bersaing di kancah internasional. Dari sisi bisnis, Pertamina telah berkiprah melalui beberapa kegiatan, yaitu hulu migas, ekspor dan penjualan produk, hingga kerja sama perkapalan.

Melalui PT Pertamina Internasional EP (PIEP), Pertamina juga mengakuisisi dan mengelola lapangan migas overseas serta mencari sumber migas di berbagai negara. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan migas domestik dan mendukung ketahanan energi nasional.

Hingga kini, Pertamina telah memiliki aset lapangan migas yang tersebar di 13 negara yaitu Aljazair, Malaysia, Irak, Kanada, Prancis, Italia, Namibia, Tanzania, Gabon, Nigeria, Kolombia, Angola dan Venezuela.

"Secara total 76% hasil minyak dari luar negeri diupayakan dikirimkan ke kilang domestik untuk mendukung ketahanan energi nasional. Kontribusi terbesar minyak tersebut berasal dari tiga aset di Algeria, Malaysia dan Irak," ujar Pjs SVP Corporate Communication and Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman dalam keterangan tertulis, Rabu (18/8/2021).

Hingga tahun 2021, PIEP juga telah berkontribusi sebesar 49,9 juta barel minyak atau berkisar USD2,8 miliar. Jumlah tersebut dikirimkan ke Indonesia untuk memenuhi kebutuhan kilang dalam negeri, sekaligus berkontribusi terhadap perbaikan Neraca Pembayaran Indonesia (Current Account Deficit).

Melalui Pertamina International Marketing & Distribution Pte. Ltd. (PIMD), Pertamina juga memperluas ekspor produk unggulannya ke pasar global. Produk tersebut meliputi Avtur, MFO, DCO, HVR-1, LCO dan Paraxylene.

Sepanjang Januari-Juni 2021, volume penjualan produk Pertamina di pasar ekspor pun mencapai 3.999 MT dengan nilai USD 1,9 miliar.

"Revenue PIMD didukung oleh tren harga produk yang meningkat selaras dengan peningkatan harga minyak dan volume penjualan," imbuh Fajriyah.

Sementara itu di bisnis pelumas, PT Pertamina Lubricant (PTPL) juga memperkuat posisinya di pasar dunia. Saat ini, ekspor pelumas Pertamina telah menembus 14 negara dengan pasar terbesar berada di benua Asia, Afrika dan Australia.

Pergerakan bisnis Pertamina sebagai global player juga ditunjukkan Pertamina International Shipping (PIS). Hal ini terlihat dari 11 armada kapal PIS yang telah berlabuh dan bersandar di pelabuhan internasional. Bahkan, tiga di antaranya memperoleh Certificate of Compliance dari United States of America Coast Guard.

Di tengah pandemi, Pertamina telah meresmikan tanker raksasa VLCC Pertamina Pride dan Pertamina Prime. Pertamina juga bekerja sama dengan anak usaha Petronas group yaitu Petco Trading Labuan Company Limited (PTLCL).

Dengan kinerja laba bersih mencapai 127% dari target di semester ini, PIS terus memberikan layanan terbaik sebagai Integrated Marine Logistics Company yang dipercaya di pasar internasional.

"Gencarnya inovasi bisnis Pertamina di pasar dunia serta kinerja positif Pertamina tidak terlepas dari restrukturisasi yang berjalan baik sampai saat ini. Sehingga seluruh Subholding dan anak perusahaan berhasil fokus menjalankan bisnis dan lebih fleksibel dalam pengembangan usaha" ungkap Fajriyah.

Dia mengatakan seluruh kinerja positif ini tentunya sejalan dengan transformasi BUMN yang dijalankan Menteri BUMN, Erick Thohir untuk mendorong perusahaan negara menjadi preferensi global.

Saat ini, Pertamina telah mendapat pengakuan operasional di luar negeri. Pertamina juga menjadi satu-satunya perusahaan asal Indonesia yang masuk ke daftar Fortune Global 500 tahun 2021 di posisi 287. Menurut Erick, pengakuan ini merupakan bukti berjalannya pembenahan organisasi perusahaan.

"Saya optimis kinerja Pertamina lebih baik lagi dan frame bagi Pertamina adalah mesti bersaing dengan kompetitor di level dunia. Sebab Pertamina memiliki segala syarat, baik kualitas dan kapabilitas untuk menunjangnya sebagai salah satu perusahaan besar dunia," pungkasnya.

(mul/ara)