Pertamina Targetkan Bangun 10 Ribu Pertashop dalam 3 Tahun

Angga Laraspati - detikFinance
Minggu, 22 Agu 2021 21:28 WIB
Pertamina
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan pembangunan Pertashop yang ditargetkan Pertamina dalam tiga tahun ke depan sebanyak 10 ribu. Untuk memudahkan pencapaian tersebut Pertamina bekerja sama dengan Pesantren dan Pengusaha Daerah.

"Kita membangun ekonomi yang seimbang. Dengan 10 ribu Pertashop ini, masing-masing 3 pekerja, berarti ada 30 ribu pekerja yang tercipta secara langsung," ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Minggu (22/8/2021).

Hal itu dikatakan Erick saat meninjau Pertashop yang berlokasi di Desa Kapuan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Ia didampingi oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, didampingi oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati.

Pertashop yang berlokasi di sekitar 200 meter dari Bandara Ngloram ini merupakan Pertashop perdana yang beroperasi di Kabupaten Blora. Hingga saat ini, outlet tersebut dapat menyalurkan rata-rata 400 liter per hari bagi warga yang umumnya berprofesi sebagai petani dan pedagang di Desa Kapuan.

Sementara itu, Pjs. Senior Vice President Pertamina Fajriyah Usman mengungkapkan sedikitnya 2.901 Pertashop tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang sudah dan siap beroperasi untuk menghadirkan energi.

Di wilayah Regional Jawa Bagian Tengah sudah ada 443 Pertashop yang berada di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurutnya, dengan kehadiran Pertashop yang lebih dekat dengan masyarakat dapat membantu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

"Masyarakat di pedesaan yang mayoritas profesinya adalah petani, nelayan, pedagang dan lainnya kini tidak perlu menempuh perjalanan jauh keluar desa untuk mengisi BBM di SPBU, karena kualitas dan harga bahan bakar yang dihadirkan di Pertshop dijamin setara dengan SPBU," tuturnya.

Fajriyah menambahkan, Pertamina telah mengusung program One Village One Outlet (OVOO), sehingga setiap desa atau kecamatan akan memiliki setidaknya 1 lembaga penyalur BBM maupun LPG.

"Kami telah membuka peluang investasi bagi para pengusaha untuk mengelola SPBU mini atau Pertashop, yang tentu nilai investasinya lebih rendah dari SPBU reguler dan bisnisnya sangat menjanjikan," kata Fajriyah.

Di sisi lain, Kepala Desa Kapuan Hariono menyambut dengan senang kehadiran Pertashop pertama di Kabupaten Blora ini.

"Semenjak adanya Pertashop ini warga di desa kami merasa terbantu. Sebelumnya kami mengisi BBM jaraknya 5-7 KM, sekarang jadi tidak jauh lagi," ujarnya

Sebagai informasi, syarat utama untuk mengelola Pertashop adalah badan usaha seperti CV, PT, Koperasi, Usaha Dagang (UD), maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Untuk persyaratan dan penjelasan lebih lengkap dapat dilihat pada tautan ptm.id/MitraPertashop.



Simak Video "BUMN Akan Bangun 1.000 Pertashop di Pesantren"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)