Bos Freeport Beberkan Nasib Tambang di Papua Setelah Operasi Berakhir 2041

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 23 Agu 2021 13:05 WIB
Tony Wenas
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2018 lalu memperpanjang izin tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) hingga tahun 2041. Apa yang akan terjadi setelah 2041?

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menjelaskan seluruh rencana bisnis perusahaan hanya disusun sampai 2041, termasuk rencana pembangunan jangka panjang juga hanya disusun sampai 2041. Sementara cadangan di tambang Freeport di Papua masih cukup untuk dikeruk sampai tahun 2050-an.

"Di satu sisi sebenarnya kalau dari segi pertambangan di dunia adalah bahwa sebenarnya izin usaha pertambangan itu jangan dibatasi oleh jangka waktu tapi lebih kepada dibatasi oleh cadangannya, begitu cadangannya habis ya selesai," katanya dalam wawancara eksklusif dengan detikcom baru-baru ini.

Jika kontrak habis sementara sumber daya alamnya masih ada, untuk memulai kembali kegiatan tambang tidaklah mudah dan membutuhkan biaya yang mahal.

"Karena kan untuk meneruskan tambang itu tidak semudah, contoh lah misalnya 2041 kita selesai, ini kan kita akan menutup tambang ini, aset-asetnya kita akan jual, ya toh kalau ada yang mau lanjutin barangkali dia beli aset kita, kan itu nggak murah," paparnya.

Tony pun menjelaskan bahwa cadangan di tambang Freeport di Papua dari yang diperkirakan habis pada 2050 masih bisa diperpanjang umur cadangannya hingga 15 tahun. Syaratnya adalah dilakukan eksplorasi.

Namun, pihaknya tidak ingin melakukan eksplorasi karena izin yang diberikan pemerintah hanya sampai 2041.

"Di luar cadangan yang terbukti ada sekarang ini di bawahnya masih ada sumber daya yang luar biasa besar. Jadi barangkali mungkin setelah 2050 itu masih bisa nambah 15 tahun lagi apabila kita lakukan eksplorasi lanjutan. Tapi kita nggak mau melakukan eksplorasi, kenapa? karena kan izin kita sampai 2041," tambahnya.

(toy/zlf)