Genjot Energi Ramah Lingkungan, Pelabuhan Mulai Pasang Solar Panel

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 26 Agu 2021 08:23 WIB
Indika Energy menggandeng pengembang tenaga Surya dari India guna memenuhi kebutuhan penggunaan energi baru terbarukan di Indonesia.
Foto: dok. Indika Energy
Jakarta -

Pemanfaatan energi ramah lingkungan seperti tenaga surya mulai diterapkan di pelabuhan. PT Krakatau Bandar Samudera (Krakatau International Port) menandatangani nota kesepahaman dengan PT Krakatau Daya Listrik, PT Enertec Mitra Solusi dan PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya tentang Kemitraan Strategis dan kerjasama di bidang pengembangan dan pengelolaan infrastruktur green port di kawasan krakatau international port melalui pemasangan solar PV.

CEO Krakatau International Port (KIP), M. Akbar Djohan menyampaikan bahwa green port bagi KIP bukan hanya slogan, tetapi merupakan nilai yang terus diimplementasikan sebagai bentuk dukungan terhadap road map energi nasional.

"Sebagai green port, Kami akan memanfaatkan infrastruktur Solar PV untuk memenuhi kebutuhan listrik di pelabuhan KIP, karena selain memberikan saving cost terhadap perusahaan, ini juga dapat mendukung upaya pemerintah mewujudkan kemandirian energi nasional," ungkap Akbar dalam keterangannya, Kamis (26/08/2021).

Implementasi ini memanfaatkan luasnya atap gudang yang dimiliki KIP, sehingga membuat nilai tambah bagi gudang yang ada di lingkungan KIP.

"Potensi luasnya atap gudang yang dimiliki KIP sangat besar, dan ini yang kami manfaatkan untuk dipasang Solar PV sehingga memberikan nilai tambah bagi gudang kami, yang pada akhirnya dapat mendukung program pemerintah dalam mengurangi penggunaan EBT (Energi Baru Terbarukan-Red)", tutup Akbar.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan dan Energi Kemenko Marves Basilio Dias Araujo menyatakan pengembangan EBT harus diakselerasi lebih cepat untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, sehingga pemasangan solar panel PV dapat memenuhi persyaratan global yang meminta produk-produk ekspor dan pelabuhan menerapkan energi bersih atau green energy dan green port.

"Kita perlu dukung dengan solusi yang komprehensif melalui penguatan rantai pasok energi, seperti yang dilakukan KIP, dimana saat ini Kami fokus di pelabuhan strategis dan Kawasan Ekonomi Khusus & Industri seperti Sabang (Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas), serta Pelabuhan Terintegrasi seperti Krakatau International Port, sekaligus mewujudkan Green Port di Wilayah Indonesia," tegas Basilio.

Ia pun menjelaskan bahwa apa yang dilakukan saat ini mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional.

"Saya ingin tekankan bahwa ini sejalan dengan instruksi Presiden dalam GSEN yang visinya mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional, dimana salah satu upayanya adalah mempercepat pembangkitan EBT, dengan memaksimalkan tenaga surya atau PLTS baik atap maupun ground-mounted. Hal ini sudah dimulai dari kerjasama Kemitraan Strategis antara Krakatau Internasional Port (KIP) dan Krakatau Daya Listrik (KDL) dengan ENERTEC/EMITS yang merupakan konsorsium empat perusahaan besar di bidang energi terbarukan ini," tutup Basilio.

(fdl/fdl)