Nggak Gampang Terapkan Energi Ramah Lingkungan, Ini Tantangannya

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 26 Agu 2021 17:37 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan mengajak Pemda untuk dapat mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Foto: Grandyos Zafna

Chief Executive Officer, Citi Indonesia Batara Sianturi mengungkapkan, sebagai bagian dari RE 100%, pihaknya menyambut baik layanan REC PLN tersebut. Apalagi Citi Indonesia mengemban target perusahaan secara global untuk mencapai 100 persen penggunaan EBT dalam operasioal bisnis yang dilakukan di seluruh dunia.

"Kami melihat bahwa yang penting alternatif energi kredit itu makin marak di market, untuk mencapai global target dari Citi," ujar Batara.

Sementara itu, Director of Sustainable Development Danone Indonesia, Karyanto Wibowo mengtakakan, inisiatif PLN menyediakan REC ini sejalan dengan komitmen industri dalam penggunaan EBT ke depannya.

"Kami melihat yang dilakukan PLN suatu lompantan dan inovasi yang luar biasa. Karena kebutuhan EBT industri besar. Momentumnya sudah ada, RI punya komitemen mendukung industri terutama global company, tinggal bagaimana menyediakan akses," tambahnya.

"Rec itu salah satu opsi, tapi kita sepertinya masih harus memikirkan opsi atau inovasi yang lain, yang bisa menfasilitasi industri untuk bisa mempermudah mendapatkan akses energi terbarukan," ungkapnya.

Anggota RE 100 persen lainnya, Microsoft pun menegaskan inisiatif guna menggenjot inovasi guna mencapai target penggunaan renewable energy yang telah ditetapkan. Salah satunya dengan mengefisienkan penggunaan energi sehingga emisi karbon yang dihasilkan bisa berkurang.

"Yang menarik Microsoft itu punya internal carbon free. Jadi kami melakukan banyak kegiatan dan mengalokasikan sebagian uang yang dihasilkan dari sana, digunakan untuk investasi teknologi-teknologi yang ramah lingkungan. Komitmen-komitmen itu juga sampai di sana," ujar Director of Corporate Affairs, Microsoft Indonesia Ajar Edi.


(das/fdl)