Pemerintah Didorong Teliti dan Kembangkan Logam Tanah Jarang

Inkana Putri - detikFinance
Kamis, 26 Agu 2021 19:34 WIB
Logam Tanah Jarang
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah untuk meneliti lebih lanjut terkait pengembangan logam tanah jarang (LTJ) atau Rare Earth Element.

Sebab, LaNyalla meyakini Indonesia memiliki komoditas tersebut, meskipun hingga saat ini belum terdapat data utuh soal total sumber daya LTJ. Menurutnya, jika LTJ dapat diolah atau dikembangan dengan baik, ini tentunya akan berguna bagi kemajuan Indonesia.

"Kita semua percaya dan yakin kekayaan alam Indonesia melimpah. Bukan hanya komoditas tambang seperti nikel, emas, tembaga, batu bara, maupun timah, tetapi juga potensi logam tanah jarang yang belum banyak digali. Makanya kita mendorong pemerintah untuk melakukan penelitian lebih mendalam karena kita masih minim penelitian tentang LTJ ini," ujar LaNyalla dalam keterangan tertulis, Kamis (26/8/2021).

LaNyalla mengatakan sumber daya LTJ kerap dicari karena banyak digunakan sebagai salah satu komponen berbagai produk, antara lain baterai, telepon seluler, komputer dan industri elektronika.

Selain itu, LTJ juga berfungsi untuk material pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT), seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/ Angin (PLTB), hingga bahan baku industri pertahanan dan kendaraan listrik.

"Penelitian perlu disegerakan guna melihat potensi jumlah kandungan LTJ di Indonesia. Dari situ kemudian bisa diketahui kemungkinan pengembangannya sehingga kita memiliki sumber pasokan tambang untuk kepentingan kemajuan industri nasional," paparnya.

Senator asal Jawa Timur ini pun menambahkan Indonesia akan diuntungkan jika ikut mengembangkan potensi logam tersebut. Mengingat LTJ memiliki prospek yang bagus di masa depan karena menunjang pengembangan teknologi tinggi dan teknologi alternatif.

"Pemerintah sudah saatnya juga membuat road map industri pertambangan LTJ ini sehingga peta eksplorasi, eksploitasi dan khususnya target investasi dapat dipetakan prioritasnya," pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan buku 'Potensi Logam Tanah Jarang di Indonesia' oleh Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2019, sumber daya logam tanah jarang yang berhasil diteliti banyak dijumpai di lokasi kaya sumber daya timah. Lokasi ini meliputi Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan selatan Kalimantan Barat.

Selain itu, LTJ juga dapat ditemukan di beberapa wilayah seperti Parmonangan, Tapanuli, Sumatera Utara, Ketapang, Kalimantan Barat, Taan, Sulawesi Barat, dan Banggai, Sulawesi Tengah.

(mul/hns)