5.000 SPBU di Jawa-Bali Bakal Dialiri Listrik Tenaga Surya

Angga Laraspati - detikFinance
Kamis, 02 Sep 2021 17:40 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Pertamina telah memasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di 76 titik SPBU ramah lingkungan atau Green Energy Station (GES) yang berlokasi di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Pertamina pun berencana memperluas pemasangan PLTS hingga 5.000 titik GES.

Adapun GES merupakan konsep baru SPBU Pertamina yang kan memberikan layanan terintegrasi untuk mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan bagi konsumen SPBU, salah satunya dengan memanfaatkan Solar Photovoltaic (PV) atau PLTS sebagai salah satu sumber energi mandiri dan ramah lingkungan.

"Proyek ini adalah bagian dari transisi energi di ekosistem Pertamina. Kami menargetkan pemasangan PLTS di internal Pertamina, baik di proses inti, perkantoran, maupun fasilitas lainnya. Selain itu kami berupaya agar SPBU sebagai salah satu frontline Pertamina juga terpasang PLTS untuk mendukung dekarbonisasi," jelas Chief Executive Officer PNRE, Dannif Danusaputro dalam keterangan tertulis, Kamis (2/9/2021).

Program ini merupakan kelanjutan dari tahun 2020 yang pemasangan PLTS telah dilakukan di 63 SPBU Pertamina yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, dengan total kapasitas sebesar 385 KWp.

Dengan target 5.000 PLTS terpasang di SPBU maka total kapasitas terpasang sekitar 31 MW dan potensi penurunan emisi karbon mencapai 34 ribu ton per tahun.

Selain itu, Penggunaan PLTS pada SPBU menunjukkan tren yang meningkat secara global. Sebagai contoh, setidaknya 700 SPBU di 29 negara Afrika telah menggunakan PLTS atap.

Di India saat ini setidaknya telah terpasang PLTS dengan total kapasitas 270 MWp dan pemerintahnya menargetkan 50 persen dari seluruh SPBU yang ada di negaranya memasang PLTS dalam 4 tahun mendatang.

Pertamina juga mendukung target pemerintah untuk menurunkan emisi karbon sebesar 29 persen pada tahun 2030 melalui transisi energi. Dalam roadmap transisi energinya, Pertamina menargetkan energi hijau mencapai 17 persen dalam portofolio bisnis di tahun 2030.

"PNRE akan terus tancap gas untuk transisi energi. Kita melihat bahwa pengembangan energi bersih, termasuk PLTS, adalah investasi masa depan agar laju dampak perubahan iklim dapat ditahan dan secara bersama-sama semua pihak berkontribusi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang," lanjut Dannif.

Aspek ESG (environment, social, and governance) terintegrasi dalam bisnis Pertamina. Sebagai bagian dari komunitas global, Pertamina berupaya untuk menjalankan bisnis secara bertanggung jawab dan berkelanjutan yang tidak hanya mengedepankan kepentingan bisnis tapi juga kebutuhan para pemangku kepentingan, masyarakat, dan kelangsungan lingkungan hidup.

(ega/hns)