Energi Alternatif: Pengertian, Contoh, serta Keuntungan dan Kerugiannya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 14 Sep 2021 14:41 WIB
Kementerian ESDM mencatat bauran energi baru dan terbarukan (EBT) telah mencapai 15 persen. EBT ditargetkan mencapai 23 persen pada 2025 mendatang.
Ilustrasi/Foto: Antara Foto
Jakarta -

Tahukah kamu kalau energi alternatif dapat mengambil peranan penting untuk kelangsungan hidup masyarakat di masa yang akan datang? Sebab, saat ini manusia masih bergantung banyak pada energi yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi dan batu bara untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Padahal sumber energi fosil yang tidak dapat diperbaharui itu lambat laun akan habis karena sifatnya yang tak bisa diperbaharui. Selain itu, penggunaan energi fosil juga dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.

Karenanya, di masa mendatang, guna menunjang kebutuhan energi masyarakat yang semakin hari semakin besar, dibutuhkanlah sumber-sumber energi alternatif berikut.

Energi alternatif adalah semua sumber energi yang mampu menggantikan bahan bakar konvensional seperti listrik, bensin, gas, batu bara, dan lain sebagainya. Seiring perkembangan jaman, semakin banyak jenis sumber energi alternatif dan manfaatnya bagi kehidupan manusia terutama dalam pencegahan pemanasan global.

Berdasarkan catatan detikcom, berikut 10 contoh energi alternatif:

1. Panas Matahari

Sinar cahaya matahari ini rupanya bisa diubah menjadi energi listrik dengan bantuan panel surya. Panel surya ini memiliki rangkaian sel photovoltaic yang diartikan sebagai 'cahaya-listrik'.

Adanya energi alternatif ini mampu menggerakkan seperti kendaraan listrik bahkan perahu listrik yang dipasang panel surya. Sayangnya, penggunaan panel surya masih terbatas karena biaya per watt-nya masih relatif tinggi. Bahkan harganya lebih tinggi sepuluh kali lipat dari bahan bakar fosil, tergantung keadaan.

2. Geothermal

Selain panas matahari, panas bumi mampu menjadi energi alternatif lain. Panas bumi (Geothermal) berasal dari energi dari dalam bumi yang berasal dari aktivitas vulkanik gunung berapi, seperti uap alam, air panas dan bebatuan kering.

Sayangnya pembangkit geothermal ini masih tergolong tradisional nih, detikers. Kabarnya, penelitian di Islandia telah menemukan kekuatan baru dari energi ini sehingga hasil geothermal mampu melipatgandakan jumlah listrik hingga sepuluh kali lipat.

3. Angin

Siapa sangka angin yang kita rasakan tiap hari, termasuk ke dalam daftar energi alternatif. Hembusan angin rupanya mampu diubah dari energi kinetik menjadi energi mekanik yang dihubungkan ke mesin generator sehingga menghasilkan energi listrik. Di Belanda, penggunaan energi ini sudah dimanfaatkan dengan memiliki kincir angin besar untuk memompa air irigasi ke pertanian dan penghasil listrik.