Batam Bakal Punya PLTS buat Pasok Listrik Bebas Polusi

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 22 Sep 2021 10:53 WIB
Indonesia memiliki iradiasi energi matahari rata-rata 4,80 kWh per m2 per hari. Sehingga menjadi pilihan yang baik sebagai alternatif sumber energi.
Ilustrasi PLTS (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Pengembangan bisnis energi baru terbarukan (EBT) terus menjadi perhatian banyak pihak, baik dari masyarakat, pelaku usaha, hingga pemerintah. Adanya prospek yang cerah dari energi masa depan yang dikenal bersih dan mendukung terciptanya net zero emission ini membuat banyak investor mempercepat realisasi proyek-proyek EBT ini.

Energi baru terbarukan yang sedang populer adalah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Dilihat dari Rencana Umum Energi Nasional sudah dipetakan potensi 207,8 GW energi surya. Solar PV ditargetkan 45 GW pada 2050, dari beberapa potensi EBT maka energi surya adalah salah satu yang terbesar.

Direktur Utama Bright PLN Batam, Nyoman S. Astawa mengungkapkan dengan meningkatan banyaknya proyek pembangunan infrastruktur yang terjadi di Kota Batam dan sekitarnya membuat PLN Batam melihat bahwa ketersediaan EBT menjadi hal yang vital demi kesejahteraan masyarakat dan juga lingkungan hidup di Kota Batam dan seluruh daerah di Kepulauan Riau.

"Mulai dari pembangunan sirkuit hingga pengembangan sektor kemaritiman di Kota Batam dan Kepulauan Riau untuk menjadi poros logisitk maritim Internasional dan kawasan Ekonomi Khusus BBK. Semua proyek ini tentu membutuhkan ketersediaan energi listrik yang besar," ungkap Nyoman pada Selasa (21/09/2021).

Nyoman juga menjelaskan disisi lain untuk menghadapi disrupsi energi sekarang ini bright PLN Batam harus cepat bertransformasi dan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kota Batam dengan cepat. Maka rencana PLTS merupakan salah satu pilihan yang sangat tepat.

"Selain untuk mendukung berjalannya proses pembangunan infrastruktur lebih cepat, kehadiran PLTS di Kota Batam dan daerah lainnya tentu dapat menarik banyak minat investasi asing. Sehingga potensi perekonomian Kota Batam dan Kepulauan Riau sebagai hub logistik Internasional akan terealisasikan dengan lebih cepat dan ini terbukti dengan telah ditandatanganinya MoU pembangunan pembangkit PLTS 650 MWp antara PLN Batam dengan SURYAGEN. SEMBCORP yang dilakukan secara online dari kantor PLN Batam dan kantor kedutaan RI di Singapura yang penandatanganan tersebut turut disaksikan Duta Besar Indonesia untuk Singapura Bapak Suryo Pratomo," ujar Nyoman.

PLTS ini juga secara tidak langsung dapat membantu pemerintah dalam memenuhi target 23 persen bauran energi baru terbarukan pada 2025.

"Kami berharap dengan rencana pembangunan PLTS di Kota Batam dan sekitarnya ini dapat memberikan nilai lebih bagi sektor energi di Kepulauan Riau dan mempercepat target pemerintah untuk menciptakan industri energi free carbon di tahun 2025 mendatang," tutup Nyoman.

(dna/dna)